Class Review 1



Tak Kenal Maka Tak Sayang
By: Daroni

Padahal baru kemarin kita liburan, tapi sekarang perkuliahan sudah mulai aktif kembali.  Kini saatnya kita kembali beraktifitas di kampus kita tercinta IAIN Syekh Nurjati Cirebon.  Tepatnya Senin, 03 Februari 2014 adalah awal aktif kuliah di semester 4 ini.  Hari ini hanya ada mata kuliah current develop, writing 4, dan statistik dasar.  Dalam kesempatan kali ini, saya dan teman-teman masih bisa berjumpa dengan Mr. Elbi kembali di ruang 44 dengan mata kuliah “Writing 4” pukul 7.30 WIB.  Hari ini mata kuliah Writing 4, masuk pukul 7.30, tapi minggu selanjutnya kelas TBI.A/semester 4 masuk pukul 09.10 di ruang yang sama, yaitu ruang 44 gedung TBI lantai 2.


Well. . .sekarang kita akan memasuki pembahasan yang tadi dibahas dalam mata kuliah “writing 4”.  Tak banyak materi yang dibahas dalam mata kuliah tersebut, karena masih dalam pertemuan pertama.  Kalian pasti sudah pada tahu bukan? Setiap pertemuan pertama yang dibahas tidak lain dan tidak bukan hanyalah perkenalan, kontrak belajar dan silabus selama belajar mata kuliah “Writing 4” di semester 4 ini.  Dalam “writing 4” ini kita akan membahas tentang “Academic Writing”. 

Sedikit mengingatkan tentang sebuah filosofi perkenalan, “tak kenal maka tak sayang”.  Di class review pertama ini, saya akan membahas tentang kontrak belajar dan silabus mata kuliah “Writing 4”.  Ngomong-ngomong tentang writing, di kelas kita mempunyai beberapa kontrak belajar.  Di antara kontrak belajar tersebut yaitu, setiap masuk kelas kita harus mempunyai passport (class review and chapter review), tidak boleh telat melebihi 10 menit, harus membaca materi yang akan dibahas dan lain-lain.  Syarat untuk class review adalah boleh ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, dan minimal 5 halaman.  Sedangkan syarat untuk chapter review adalah harus ditulis dalam Bahasa Indonesia dan tidak boleh kurang dari 10 halaman.

Ok guys, sekarang kita akan membahas tentang silabus writing 4.  Dalam silabus tersebut ada 15 pertemuan.  Pertemuan yang pertama membahas tentang learning contract, di antaranya pengenalan tentang writing, nilai dan tes.  Khusus untuk pertemuan kedua tugasnya tidak ada tugas chapter review, hanya ada class review dan appetizer essay.  Adapun artikel yang harus dibaca untuk tugas “Appetizer Essay” dalam pertemuan kedua, yaitu: (Bukan) Bangsa Penulis; Powerful Writers versus The Helpless Readers; and Learning and Teaching Process: More about Readers and Writers. 

Pertemuan kedua topiknya adalah “penulisan bahasa dan penulisan akademik”.  Di silabus ini dalam pertemuan kedua akan mendiskusikan kembali 3 artikel yang sudah kita bahas dalam tugas appetizer pertemuan pertama.  Adapun tugas untuk pertemuan ketiga adalah membuat class review dan chapter review dengan artikel yang berjudul “Rekayasa Literasi (Alwasilah 2012). 

Pertemuan ketiga topiknya adalah “diskusi kelas dengan tema (Rekayasa Literasi) memperkenalkan critical review.  Pertemuan sekarang tidak ada tugas membuat chapter review.  Adapun tugas untuk pertemuan keempat adalah membuat class review dan mempersiapkan diri untuk tes kemajuan 1.

Pertemuan keempat adalah pertemuan evaluasi dari materi-materi kemarin yang kita pelajari.  Materi yang diujikan adalah critical review dengan tema “Classroom Discourse to Foster Religous Harmony” by Prof. Alwasilah (2012:217).  Ulasannya ditulis dalam Bahasa Indonesia.  Dalam pertemuan ini tidak ada tugas membuat class review maupun chapter review.

Pertemuan kelima membahas topik “Peer Review and Class Discussion on The First Critical Review”.  Di pertemuan kelima tugas kembali menghampiri kita sebagai seorang mahasiswa.  Adapun tugasnya adalah membuat class review dan critical review, artikel yang telah diseleksi dari “Antrophology Off the Shelf”.  Tugas dalam pertemuan kali ini sedikit berbeda dari tugas-tugas sebelumnya.

Pertemuan keenam membahas topik “Peer Review and Class Discussion on the first Critical Review”.  Untuk tugasnya biasa membuat tugas class review dan revisi critical review.  Pertemuan kali ini juga ada yang berbeda dengan tugas-tugas minggu kemarin. 

Pertemuan ketujuh membahas topik “Peer review and class discussion on the revised critical review”.  Tak kalah dengan pertemuan-pertemuan kemarin, pertemuan ketujuh juga ada tugas lagi.  Tugas dalam pertemuan ketujuh adalah membuat class review dan critical review dalam Bahasa Inggris.  Pertemuan kali ini sungguh sangat berbeda dan tugasnya juga menantang.  Kemampuanku dalam Bahasa Inggris belum cukup memumpuni.

Pertemuan kedelapan kembali kita berjumpa dengan progress test.  Materi yang diujikan dalam progress test kedua adalah “paper submission and you can have a break just for a while”.  Oh ya dalam pertemuan kedelapan tidak ada tugas-tugas, sama seperti pertemuan keempat tidak ada tugas-tugas.  Saya pribadi cukup senang tak ada tugas, tapi kalau tidak ada tugas tidak ada tantangan yang saya jalani.

Pertemuan kesembilan kembali lagi pada tugas review dan esai argumentatif dengan topik yang dipilih.  Ngomong-ngomong esai argumentatif, pertemuan ini akan membahas topik tentang “ The foundation of argumentative essay part 1”.

Pertemuan kesepuluh juga tak jauh berbeda dengan pertemuan kesembilan, kali ini kita akan membahas topik tentang “Argumentative essay part 2: practice, practice, and practice.  Adapun tugas di pertemuan kesepuluh ini adalah membuat class review di pertemuan minggu kemarin dan revisi esai argumentatif pertemuan kesembilan.  Benar sekali sekarang ada revisi, supaya kita bisa mengetahui kesalahan kita dalam menulis dan kita pun bisa memperbaikinya kembali.

Pertemuan kesebelas, sama akan membahas topik pada pertemuan kesembilan dan pertemuan kesepuluh.  Ada topik tambahan juga dalam pertemuan ini, yaitu tentang “peer editing and class discussion.  Dalam hal tugas pun ada tugas yang berbeda juga dalam pertemuan-pertemuan kemarin.  Pertemuan ini akan menuntut kita untuk melakukan tantangan dalam 2 menit.  Tak ketinggalan class review juga ada.

Pertemuan keduabelas, kita akan melakukan “Progress Test 3”.  Di pertemuan yang mengadakan progres test, selalu tidak ada tugas untuk pertemuan berikutnya.  Materi yang akan diujikan dalam “Progress Test 3”, adalah “Two-Minutes Challege: Write and Share.  Pertemuan ini juga berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya.  Dalam kesempatan kali ini kita benar-benar dituntut untuk berfikir kritis.
Pertemuan ketigabelas akan membahas topik tentang “Argumentative Essay Part 4”.  Adapun tugas dalam kesempatan kali ini sama tugasnya dengan pertemuan-pertemuan minggu sebelumnya, yaitu membuat class review.  Pertemuan kali ini juga ada tambahan tugas, yaitu: esai argumentatif yang telah dipilih dan diambil dari buku Antropologi.

Pertemuan keempatbelas adalah pertemuan terakhir membahas materi.  Di pertemuan terakhir ini kita akan membahas topik tentang “Peer Editing and Class Discussion”.  Tugas terakhir di pertemuan ini adalah seperti biasa membuat class review, tapi tidak ada tugas tambahan lainnya.  Bersyukur tugasnya hanya membuat class review saja, tapi membuat jantung saya jadi dag-dig-dug.  Dag-dig-dug karena pada pertemuan kelima belas adalah pertemuan untuk final exam.

Pertemuan kelimabelas, dimana pertemuan yang terakhir dalam mata kuliah “Writng 4” di semester 4 ini membuat kita merasa tak karuan.  Pertemuan yang dimana final exam dilaksanakan.  Tugas final exam dikumpulkan pada pertemuan ini.  adapun tugasnya masih belum diketahui.

Sudah saatnya saya membahas tentang “Academic writing”.  Sebelum saya membahas tentang “Academic writing”, terlebih dahulu saya akan membahas tentang menulis.  Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara.  Tidak sedikit dari orang-orang yang menjadikan menulis bukan lagi sebagai hobi, namun karir.  Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil.  Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif (hieroglyph) pada zaman Mesir Kuno. 

Definisi sederhana dari academic writing sulit didapat karena mengacu pada tulisan dilakukan karena beberapa alasan.  Juga, academic writing digunakan dalam berbagai bentuk.  Definisi luas dari academic writing adalah setiap tulisan dilakukan untuk memenuhi persyaratan dari perguruan tinggi atau universitas.  Academic writing juga digunakan untuk publikasi yang dibaca oleh guru dan peneliti atau dipresentasikan di konferensi.  Sebuah definisi yang sangat luas penulisan akademik dapat mencakup tugas menulis yang diberikan dalam suasana akademis.

Jadi, kesimpulannya adalah seorang mahasiswa mampu membedakan tulisan biasa dengan tulisan akademik.  Tidak hanya mampu, tapi seorang mahasiswa harus mampu membuat  karya tulisan akademik sesuai tingkatan akademik.

Cirebon, 03 Februari 2014




Biodata

Filosofi Sebuah Nama
Kalian pasti tahu kan, filosofi perkenalan.  Orang bijak bilang “Tak Kenal, Maka Tak Sayang”.  Oleh karena itu, izinkan saya memperkenalkan diri.  Nama saya adalah Daroni, kalian boleh memanggil saya Noni, Nazwa, atau Cinderella, terserah!!! Nanti saya akan ceritakan kenapa nama-nama tersebut dinobatkan kepada saya.

Saya terdampar di dunia ini 19 tahun 6 bulan yang lalu, tepatnya Jum’at, 29 Juli 1994.  Tinggal di sebuah desa terpencil di jawa barat, desa yang terkenal akan ternak bebeknya, nama desa itu adalah “Kroya”.  Saat ini saya adalah seorang mahasiswa di salah satu kota Cirebon, yaitu “IAIN Syekh Nurjati Cirebon”.  Di kampus itu saya masuk jurusan TBI (Tadris Pendidikan Bahasa Inggris), fakultas Tarbiyah.  Sebenarnya saya tidak ingin masuk ke IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tapi dari pada saya jadi pengangguran lebih baik menuruti kemauan orang tuaku dan menjalani kesempatan yang ada untuk bekal di masa depan.  Masa depan saya kan tidak ada yang tahu.

Setelah Ibu saya melalui perjalanan berat, saat itulah saya lahir kedua ini.  Ayah saya memberi nama “Daroni”.  Daroni berasal dari Bahasa Arab, yang artinya “dua rumah atau dua tempat”.  Ada yang menarik dari nama itu, kini nama “Daroni” telah menuntun jalanku tuk menjalani arti dari nama itu.  Nama itulah yang mempertemukan saya dengan orang tua angkat saya. 

Nazwa . . . , nama itu diberikan oleh salah seseorang yang berjasa ketika saya sudah mulai memasuki kehidupan di salah satu penjara suci yang ada di Babakan Ciwaringin.  Nama “Daroni” itu biasanya seorang laki-laki, oleh karena orang itu memberikan nama “Nazwa” kepada saya.  Tak ada teman-teman saya yang tahu, jika saya memiliki nama lain.  Rencananya nama Nazwa yang akan tertulis di Ijazah MAN Babakan Ciwaringin, tapi karena Ijazah sebelum-sebelumya, akte kelahiran, dan KTP namanya Daroni.  Jadi, rencana itu diurungkan.  Satu hal yang pasti, nama itu sebuah doa.  Siapapun nama kamu, namu kamu adalah hadiah terbesar yang diberikan dari orang tua kamu semua.  Jangan sekali-kali merubah nama itu.



Comments
0 Comments

0 comments :

Post a Comment