Showing posts with label Ade Puadah. Show all posts
Showing posts with label Ade Puadah. Show all posts

Class Review 7



Mengukir Tulisan Lewat Critical Review
By : Ade Puadah
Sudah ke tujuh kalinya, pertemuan demi pertemuan aku lewatkan. Banyak sekali sejarah yang telah kuciptakan di ranah Writing 4 ini. Tapi, imajinasi-imajinasi histori tidak pernah mengalir terlalu jauh dalam diriku, bahkan dalam mimpiku. Terlalu sulit untuk memahami sejarah meskipun ia berperan sangat penting dalam diri manusia. Apalagi sebagai seorang penulis, sejarah perlu diungkap kebenarannya. Penulis apapun sama, baik penyair maupun sejarahwan. Mereka sama-sama mempunyai tugas seperti menghancurkan tembok tebal yang didalam tembok tersebut ada dinding tebal menghalangi. Artinya, penulis harus mampu mengungkap berjuta rahasia yang tersimpan di dalamnya. Milan Kundera (di L’Art duroman, 1986): “to write, means for the poet to crush the wall behind which some something that was always there hides”. Dalam hal ini, penyair dan sejarahwan sama-sama menemukan.
0 comments

Critical Review





Change the World Through History
 
1.     Introduction
This paper tell about cleverness of Howard Zinn who has strong ideology. Howard Zinn is a truly historian that best known for his history of United State. He said that book could change mind of the reader even world. Therefore, He writes the book of history of Christopher Columbus in other perspective. But, the history that written by him is far away from history of Christopher Columbus that written by Samuel Elliot Morrison. Zinn likes competing reinforce of ideology with Morison. In his book, he described history of United State from the dark side history. He told that discovered American continent is not Christopher Columbus but Arawaks tribes. Because of they were leave at American continent more past than Christopher Columbus. As a brilliant historian, he able to influence many people of United State to believed him.
0 comments

Class Review 6


Mengulik Sejarah dan Memperbaiki Tulisan

Akhir-akhir ini, sejarah tentang Christopher Columbus sedang gencar dibicarakan di ranah semester 4 ini. Berawal dari cetusan Howard Zinn dalam sebuah buku yang berjudulkan “A People’s History of United State”. Di dalamnya terdapat beberapa pernyataan Howard Zinn yang kekeh bahwa Christopher Columbus bukanlah seseorang yang pertama kali menemukan Benua Amerika. Menurutnya, Columbus hanya seorang penjelajah yang serakah, multilator, pembunuh dan penghianat. Menggambar dari jurnal Columbus sendiri serta tulisan-tulisan lain yang sezaman, Zinn menghadapkan Columbus sebagai agen penaklukan dengan nafsu untuk emas dan sumber daya lainnya yang juga memiliki keinginan untuk menyiksa dan membunuh orang lain untuk mencapai tujuan tersebut.
0 comments

Class Review 5




Kunci Sukses Menulis
Buku yang berhasil menggunakan sejarah sebagai jalan masuk menuju masa depan. Tulisan ini terukir jelas dalam majalah Historia yang diterbitkan pada tahun 2014 yang dirasa dapat memberikan masukan terhadap diri saya. Banyaknya peringatan yang mengingatkan agar saya harus terus membaca, membuat saya cukup terinspirasi untuk tetap berusaha membaca buku dan selalu bergelut dengan buku. Bagi saya, Mr. Lala adalah orang pertama yang membuat saya selalu terinspirasi untuk tetap ingin membaca dan menulis. Namun, tidak bisa dipungkiri, rasa malas selalu menjadi musuh utama untuk membiasakan diri agar dapat terus membaca dan menulis.
0 comments

class review 4


Classroom Discourse : Bagai Aur Dengan Tebing
  (By: Ade Puadah)

Aku menepi pada deburan sunyi, bersama mimpi bertahta di hati
Menggebu jiwa bertatap mimpi, pernah dan selalu terarungi.
Dalam arahku pergi, pena selalu menemani tuk mengubah mimpi dengan pasti.

Satu bulan bukan waktu yang lama untuk berlatih menjadi seorang penulis dan membuktikannya  dengan menulis yang benar. Banyak kisah yang harus aku lewati, banyak pengorbanan yang harus aku persembahkan. Tanganku, otakku, dan hatiku benar-benar diasah untuk berfikir dan mengatur alur sebuah tulisan. Namun, tidak bisa dipungkiri pisau akan lebih tajam jika terus diasah. Begitu juga dengan otak yang selalu menjadi tempat untuk berfikir dan mencari inspirasi.
0 comments

Critical Review 2



           
BUKU SEBAGAI SEJARAH PERADABAN DUNIA
(By: Ade Puadah)
Buku sebagai sejarah peradaban dunia merupakan suatu kebenaran yang patut dipercaya, karena didalam buku terdapat berbagai sejarah yang diabadikan dengan tulisan dan memiliki kebenaran nyata.
0 comments

Class Review 3




JUNJUNG TINGGI PERADABAN LITERASI !!
 ( By: Ade Puadah)

Menulis, satu memo yang akan mengenangkan keabadian yang akan datang. Menutup pagar longgar yang berduri, saat semua hanya tinggal kenangan, maka tulisan menjadi sebuah keabadian untuk dikenang.
0 comments

Progress Test




MENCIPTAKAN KERUKUNAN DENGAN TOLERANSI

(By: Ade Puadah)
Indonesia merupakan salah satu negara multikultural terbesar di dunia. Banyaknya ragam budaya, ras, suku, agama dan letak geografis yang luas menunjukkan bahwa  negara Indonesia adalah negara multikultural. Namun diakui atau tidak, masyarakat multikultural adalah salah satu pemicu adanya pertengkaran dan perilaku kekerasan antar bangsa, karena banyaknya perbedaan pendapat antar satu sama lainnya.
0 comments

Chapter Review 1




Literasi : Tulang Punggung Kemajuan Bangsa
(By: Ade Puadah)

Melihat sejarah peradaban umat manusia, bahwa bangsa yang maju tak hanya dibangun dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah atau pengelolaan sebuah negara yang baik. Tetapi, negara maju bisa didapat dari peradaban tulisan atau penguasaan literasi yang dapat menjembatani peradaban dari generasi ke generasi lainnya. Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaannya, sumber daya alam, suku bangsa dan sumber daya manusia. Tetapi mengapa Indonesia sangat miskin? Beberapa fakta menyebutkan bahwa budaya menulis dan membaca di Indonesia sangat rendah. Oleh karena itu, literasi menjadi salah satu faktor penyebab negara Indonesia tidak maju.
0 comments

Class Review 2




SALING MEMBERI MAKNA
(By : Ade Puadah)

Pertemuan kedua dalam mata kuliah Writing seolah memberi kesan bahwa aku dan kawanku harus benar-benar memulai mendalami semua tentang Writing. Menyelami lautan aksara hingga ke dasar untuk mendapatkan mutiara kata yang bermakna. Hingga aku mampu menguasai segala isi yang terkandung di dalamnya. Seperti biasa, hari senin adalah pertemuan kami bersama mata kuliah Writing. Namun, kali ini Mr.Lala mempertemukan kami bersama Hyland dan Lehtonen. Entah siapa mereka, nama asing yang tak pernah kudengar sebelumnya. Dia memberi banyak arahan tentang writing, tentang Academic Writing dan tentang beberapa isi dalam writing.
0 comments

AKADEMI FANTASI MENULIS (Class Review-1)



AKADEMI FANTASI MENULIS
(By: Ade Puadah)
Hari senin adalah hari pertama dimana semua mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon memulai aktifitasnya masing-masing di kampus. Tepat pada tgl 3 Januari pkl 08.00 WIB, aku kembali duduk di kursi tempat biasa aku belajar. Mr. Lala adalah dosen yang pertama membuka mata kuliah di hari senin. Bertemu lagi dengan beliau dalam mata kuliah writing. Seperti biasa, awal kuliah di buka dengan learning contract. Beda dengan tahun lalu, writing kali ini lebih membuat saya tercengang mendengarnya. Semester 4 ini, mau tidak mau aku harus tenggelam di Academic Writing dan berperang dengannya.
0 comments

TERSISIH JAUH (Appetizer Essay-1)



TERSISIH JAUH
(By: Ade Puadah)
Banga Indonesia adalah bangsa yang memiliki budaya tutur sangat kuat. Oleh karena itu, budaya menulis di Indonesia sangat rendah dan tersisih jauh dari negara lain di Asia. Kesadaran bangsa kita akan menulis begitu lemah, sehingga Indonesia meraih peringkat kedua terendah di 52 negara di Asia. Ketika literacy di Indonesia harus tertinggal jauh dengan Malaysia, maka apa yang harus dilakukan Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Kita terlalu santai mengkonsumsi hasil karya orang lain tanpa memikirkan nasib negara kita sendiri. Ironis sekali ketika mayoritas sarjana lulusan Perguruan Tinggi tidak bisa menulis, bahkan lebih ironis lagi ketika survei membuktikan bahwa mayoritas dosenpun tidak bisa menulis.
0 comments