Showing posts with label Fitriatuddiniyah. Show all posts
Showing posts with label Fitriatuddiniyah. Show all posts

Class Review 8


Menyelami Pulau Papua
Dengan Argumentatif Esai

Ruang sidang, ruang yang hanya ingin kulirik saja sebelumnya, karena saya belum siap menjadi penghuninya. Namun, jum’at 25 April 2014 pukul 06.00 tepatnya menjadi hari perdanaku dan kawan-kawanku untuk berkenalan dengannya. Bukan untuk bimbingan skripsi, bukan untuk sidang munaqosah, namun untuk melanjutkan perjuangan kami kembali ke tracknya menyelesaikan sisa putaran-putaran yang ditinggal istirahat sebelumnya.
Writing 4 ini benar-benar memiliki tantangan yang berbeda dan tidak terjangkau oleh pemikiran kita sebelumnya, tetapi inilah dimana kita berada sekarang. Siap tidak siap, harus siap! Bisa tidak bisa, harus bisa! Untuk menjadi orang yang berpendidikan, kita harus siap dalam hal apapun. Satu hal yang tersirat dalam pertemuan ini adalah “Jangan buang-buang waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak baik, dan jangan sampai membuang energi dengan percuma atau sia-sia.”
“For the good things, do it now or never”
0 comments

Critical Review 7



Critic a Critical Review

            Semakin tergontai-gontai  yang kurasakan pada putaran ke tujuh ini, dengan semangat yang tersisa di bathin saya dan teman-teman saya terus berusaha lari untuk mencapai garis finish dengan senyuman.  Sang pelatih kita Mr. Lala terus menyemangati kita dengan api-apinya juga teguran-tegurannya yang sangat menampar hati dan fikiran ini.  Teguran tak sembarang teguran, karena banyak makna dibalik api-api yang menyala yang beliau kobarkan pada kami.
0 comments

 
Zinn and The Powerful Book


INTRODUCTION
In the article entitled “Speaking Truth to Power with Books”, Howard Zinn tells the very personal story of his experience as a literate and teacher.  He presents his story in the form of an article in which he shares his arguments and analysis as a historian, also how the book do for the world.  This paper offers a critical insight on Zinn’s story as well as his main arguments, and it will evaluate the quality of his writing and focus on any areas of weakness within his experience.  It is also trying to reveal the dark side of American’s history.
0 comments

Class Review-6


Ada Apa Dengan India?

Senin kembali menyapa dan itu artinya kita kembali bercengkerama dengan academic writing. Seperti dalam pertandingan balap Motor GP yang kurasakan, kita tiba di putaran ke-6.  Dimana kita berhenti sejenak mempersiapkan diri untuk kembali berpacu dengan putaran-putaran berikutnya dengan baik.
Class Review putaran ke-6 ini pun saya sajikan dengan kesederhanaan namun pasti. Setelah banyak membaca tentang tokoh historian dunia Howard Zinn dan yang dihistorikan Christopher Columbus, kita mendapatkan pencerahan tentang sisi gelap dari sejarah yang tidak diungkapkan secara gamblang.  Artinya ketika kita mengetahui sejarah, janganlah lagsung pada inti dan klimaksnya saja.  Ada yang mengatakan sejarah dituliskan oleh orang yang menang, maka dari itu bukan berarti melupakan apa yang sebenarnya terjadi atau apa yang sebenarnya dilakukan oleh para pemenang tersebut.  Kita harus kritis pada sejarah, jangan menerimanya mentah-mentah namun harus bisa mengupas dan menggalinya secara mendalam.
0 comments

Class Review-5


Merangkai Pasti Elemen-elemen yang Hilang
(By:  Fitriatuddiniyah)

Seperti berlari dalam gelap mencari setitik cahaya yang akan menemani perjalananku dalam writing and composition 4 ini.  Baru pada putaran ke-5, namun nafasku sudah terengah-engah tak menentu.  Saya harus membelalakkan mata lebih lebar, memutar otak lebih keras, dan mendamaikan angan dan hati ini.  Selain itu, saya harus menyeiramakan formasi kata-kata yang cemerlang, dan juga membentuk barisan-barisan strategi yang gemilang.
Ratusan bahkan ribuan kata sudah saya susun rapih di atas kertas putih yang setia menantinya.  Namun, banyak lubang-lubang yang mengganggu karena elemen-elemennya yang hilang dari deretan-deretan kata tersebut, yaitu nyawa yang seharusnya ada dalam formasi kata tersebut.  Oleh karena itu, untuk menghidupkan barisan kata-kata tersebut, berikut beberapa elemen-elemen yang dapat menutupi lubang-lubang tersebut.
0 comments

Class Review 4: Interaksi Menjalin Keharmonisan


Interaksi Menjalin Keharmonisan
(by:  Fitriatuddiniyah)

Senin kembali menyapa dan itu itu artinya kami harus kembali berdialog dengan writing and composition 4.  Di pertemuan keempat ini, saya tersadar inilah menulis yang berintelektual.  Dilatih oleh pelatih yang berintelektual tinggi, dengan targetnya mengintelektualisasikan para pemainnya lebih berintelektual, khususnya dalam menulis.  Saya bangga berada di team ini, dilatih beliau yang tidak semua team punya pelatih seintelektual beliau.
Kali ini kita berlatih dengan critical review.  Critical review pertama kita yaitu mengkritik goresan pena A. Chaedar Alwasilah, dengan artikel yang berjudul “Classroom Discourse Torture to Harmony Religion”.  Saya berhasil dengan 2659 kata tepatnya, jumlah yang sedikit melampaui target utama yaitu 2500  kata.  Berharap sesuai dengan tujuan, maksud, dan  inti yang beliau targetkan.
0 comments

Critical Review-2


Buku adalah Jiwa, dan Kebeneran adalah Roh Bagi
Penyentuh Kehidupan
(By: Fitriatuddiniyah)


“I read a book one day and my whole life was changed.”
―
Orhan Pamuk, The New Life
“Books are the plane, and the train, and the road. They are the destination, and the journey. They are home.”
―
Anna Quindlen, How Reading Changed My Life
“Books are like mirrors: if a fool looks in, you cannot expect a genius to look out.”
―
J.K. Rowling
           
            A wise man berkata bahwa buku dapat mengubah dunia, tetapi terlebih dahulu ia mengubahmu.  Tentu saja, karena betapa menyedihkan jika kita bukan bagian dari dunia yang berubah. Sebelum mengubah dunia, buku lebih dulu mengubah kita dengan magic dan kekuatannya dalam menghipnotis, dan mempengaruhi pola fikir kita, bahkan kehidupan kita.  Buku yang paling magic dan powerful adalah kitab suci kita Al-Qur’an Al-Karim, kitab yang diwahyukan Allah SWT kepada nabi agung kita Muhammad SAW.  Dimana rohnya memiliki cahaya yang memberi petunjuk dan tuntunan untuk kita dalam menapaki kehidupan yang gulita.
0 comments

class review 3



Citarasa Baru Dalam Menulis
(By: Fitriatuddiniyah)

            Ibaratkan sebuah kapal laut yang sedang berlayar mengarungi dunianya, namun seketika dia hampir tidak bisa berlayar lagi untuk mengarungi perjalanannya dalam menggapai pulau impiannya.  Banyak hal yang membuatnya terpaku.  Mungkin karena mesinnya yang tak lagi gesit, atau mungkin karena awak kapal yang belum pandai berpegangan erat satu sama lain dan kurang bekerja keras.  Namun, dengan harapan yang teguh, usaha yang membuat  jantung dan hati ini berdetak lebih cepat, dan fikiran yang berputar lebih jernih.  Akhirnya, kapal laut itu kembali berlayar pasti.
            Rabu siang tepatnya, kita kembali mengarungi luasnya ilmu, khususnya writing.   “Coming with a torch, not a bucket”, harmoni kata yang Mr. Lala lantunkan untuk kami.  Artinya, beliau memberikan apinya, sedangkan kami harus mampu menjaga torch itu untuk tetap menyala dan berkobar, begitu pun dengan kualitas akademik kami.
0 comments

Critical Review 1: Pendidikan Sejak Dini, Keharmonisan Dikemudian Hari




Pendidikan Sejak Dini,
Keharmonisan Dikemudian Hari
(By: Fitriatuddiniyah)

Dalam khazanah kehidupan, kita tidak bisa terlepas dari istilah perbedaan.  Berbeda dalam berfikir, berpendapat, bertindak, pekerjaan, status, juga keyakinan atau kepercayaan (beragama).  Perbedaan merupakan keberagaman yang timbul karena banyaknya pemikiran yang tercipta dari jutaan kepala yang menjadikannya suatu perbedaan.  Namun, perbedaan tersebut menjadi sebuah warna dalam kehidupan yang justru menjadikan sebuah kesatuan yang saling melengkapi satu sama lain.       
Untuk menjadikan sebuah perbedaan tersebut menjadi sebuah keharmonisan, perlu adanya usaha yang sangat keras.  Oleh karena itu, kita memulainya dengan memberikan pendidikan dasar pada generasi muda yang merupakan generasi yang diharapkan membawa perubahan yang harmonis. Pendidikan dasar ini juga merupakan langkah awal untuk mewujudkannya, yang kemudian menjadi dasar untuk pendidikan selanjutnya. 
0 comments

chapter review 1



Revolusi Makna Literasi
dan Wajah Literasi Sang Merah Putih
(By: Fitriatuddiniyah)

            Pokoknya Rekayasa Literasi, tulisan karya A. Chaedar Alwasilah tahun 2012 yang mengungkap wajah bangsa kita yang kritis literasi.  Pada bab 6 yang berjudul “Rekayasa Literasi” inilah yang lebih jelas dan mantap dalam menerangkan kemampuan dan prestasi literasi sang “merah putih” seperti apa dan bagaimana keadaan sebenarnya.
0 comments

class review 2



HIJRAH TULISAN
(By: Fitriatuddiniyah)

Class review kali ini berjudul “Hijrah Tulisan” yang memiliki cerita tersendiri.  Hijrah berarti pindah dari suatu tempat ketempat lainnya.  Hubungannya dengan tulisan adalah perpindahan tulisan kita yang dulu di dunia sastra, kini di dunia akademik yang akan kita cintai.
What is academic writing?
Academic writing pada dasarnya adalah menulis atau tulisan yang harus kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan akademik.  Ada banyak jenis academic writing yang berbeda dalam bahasa Inggris.  Seperti yang ada dalam silabus Mr. Lala yang mungkin berbeda untuk tugas academic writing, seperti essay, paper, research paper, term paper, argumentative paper/essay, analysis paper/essay, informative paper, position paper, tetapi semua tugas itu mempunyai tujuan dan dasar yang sama.
0 comments

Writing Versi Baru? (Class Review-1)



Writing Versi Baru?
(By: Fitriatuddiniyah)
           
            Senin, tepatnya di hari ketiga bulan Februari 2014 di ruang 44 gedung PBI mejadi saksi bisu pertemuan perdana kami warga PBI-A dengan Writing and Composition 4 di musim ke empat ini.  Dengan nyawa yang masih mencari raganya, fikiran dan hati yang masih menyesuaikan diri dengan posisi pastinya, kami mulai membuka mata mencoba menyadarkan diri dari mimpi-mimpi manis bersama mereka yang dirindukan.
0 comments

Haruskah Mahasiswa Bisa Menulis? (Appetizer Essay-1)



Haruskah Mahasiswa Bisa Menulis?
(By: Fitriatuddiniyah)
            Mahasiswa merupakan siswanya siswa, dimana mereka lebih dari hanya sekedar siswa.  Jika siswa menimba ilmu di sekolah, maka mahasiswa menyelami ilmu di perguruan tinggi.  Dimana perguruan tinggi itu semestinya merupakan sumber segala ilmu dan sumber berbagi inspirasi bagi lingkungannya.  Oleh karena itu, mahasiswa berevolusi dengan lebih aktif, kreatif dani novatif.  Bahkan pengetahuan mereka pun lebih luas dan terbaharui sesuai dengan perkembangan zaman.  Seperti halnya ilmu sosial, politik, ekonomi, science, budaya, psikologi, dan berbagai macam ilmu pendidikan lainnya yang ada dalam kehidupan, yang setidaknya mereka itu telah mengenal hal-hal tersebut.  Berbagai macam masalah pun telah mereka hadapi dan mencoba menyelesaikannya sesuai dengan cara mereka masing-masing.
0 comments