Showing posts with label Friska Maulani Dewi. Show all posts
Showing posts with label Friska Maulani Dewi. Show all posts

Class Review 10


(Masih) Tentang Bumi Cenderawasih
(author: Friska Maulani Dewi)


The Last Class Review…

0 comments

Class Review 9


West Papua’s Historical Sequence
 (author: Friska Maulani Dewi)

            New Challenge. Mungkin inilah yang akan menjadi tema di masa-masa terakhir kuliah Writing 4. Lebih tepatnya lagi Argumentative Essay-lah yang akan (sedang) menjadi ‘New Challenge’ ini. Masih tentang argumentative essay yang temanya pun masih tentang Papua Barat. Menggali dan terus menggali informasi-informasi yang berkaitan dengan West Papua. Entah mengapa hal ini membuatku berpikir, “Sepertinya lama-kelamaan kami akan seperti PT. Freeport yang terus menggali dan mengeruk bumi Cenderawasih ini. Bedanya, hanya di objek yang kita gali saja. Jika PT. Freeport terus-menerus menggali tambang emas di pegunungan yang adea di Papua Barat, kalau kami terus-menerus mengali sejarah dan informasi-informasi tentang Papua Barat.”
0 comments

Class Review 8

                                Brand New Day = New Challenge!
(author: Friska Maulani Dewi)

            Tiga minggu yang lalu adalah hari-hari dimana masa kelam di semester 4 ini dimulai.  Hal ini karena untuk sementara waktu kelas kami harus kehilangan pelatih kami karena suatu hal yang jika dijelaskan disini akan menghabiskan berlembar-lembar halaman. Untuk itu aku tidak akan membahas tentang masalah tersebut, karena masih banyak hal yang lebih mendesak untuk dibahas disini.
0 comments

Class Review 7



Pemberhentian ke-7; Another Mistake

Senin, 17 Maret 2014…

0 comments

3rd Critical Review



Speaking Truth Makes Howard Zinn as The One and Only Mutilator of American History
(Author: Friska Maulani Dewi)


INTRODUCTION
This paper offers a critical on one of the article that he wrote entitled Speaking Truth to Power with Book. There are some points that I agree and disagree with Howard Zinn’s perspective in his writing, especially in his article entitled Speaking Truth to Power with Book.  Nevertheless, you may as well know before you going on, that in this paper I will not only focus with his article, but also with Howard Zinn as whole and his powerful thought and-of course- his works.  Well, I just try to clearly exposed my preview from the very beginning as well as Zinn’s did on his phenomenal book entitled A People’s History of The United States.


0 comments

Class Review 6

Menyingkap (Lagi) Kabut Sejarah
  

Mendung kelabu menyapa pagiku di hari Senin 10 Maret 2014.  Hari ini seperti juga senin-senin sebelumnya begitu sangat crucial dengan adanya writing 4.  Bukan, bukan berarti writing 4 lah yang membuat pagiku di hari Senin ini menjadi begitu kelabu, akan tetapi memang cuaca pagi ini yang sedang mendung pekat.  Ya, sepertinya akhir-akhir ini cuaca memang sedang selabil anak abg yang sangat sulit untuk diprediksi.  Seperti juga hidupku yang akhir-akhir ini menjadi sulit untuk diprediksi, apalagi semenjak aku berkenalan dengan writing 4 dan sahabat-sahabat karibnya.
0 comments

Class Review 5

Ketika Literasi dan Teman-teman Barunya Menyapaku
(by: Friska Maulani Dewi)


Mentari pagi kembali menyapaku di hari Senin, 3 Maret 2014.  Itu artinya aku harus bercanda-ria kembali dengan writing 4.  Itu artinya aku harus bergegas bangun dari mimpi indahku tentang hari-hari tenang dimana aku bisa bebas melakukan apapun yang aku suka tanpa perlu mengkhawatirkan lagi tugas-tugas kuliahku.  Ya, karena tidak ada lagi hari-hari tenang untuk bersantai semenjak aku memasuki gerbang semester 4 ini.  Dan bisa dibilang itu semua karena teman-teman baruku yang bernama writing 4 dan literasi.
0 comments

Class Review 4

Another Mistakes, Another Regrets
(by: Friska Maulani Dewi)


Another mistake!  Ya, aku kembali membuat kesalahan.  Yang parahnya lagi kesalahanku kali ini terbilang sangat fatal.  Bayangkan saja, aku salah masuk gerbong!  Bukan, aku bukan ingin pergi ke luar kota ataupun ke luar negeri dengan naik kereta.  Aku hanya pergi keluar dari zona dimana seharusnya aku berada.
Ini semua tenyang tugas critical review yang telah kubuat minggu lalu.  Seharusnya dalam critical review tersebut aku membahas tuntas tentang Classroom Discourse terlebih dahulu.  Namun, yang aku lakukan adalah justru membahas tentang kerukunan agama dari awal.  Ya, aku mengaku bahwa akau telah terkecoh jauh.  Another mistakes, another regrets.
0 comments

Critical Review 2 : Fakta-fakta Terselubung yang Terungkap Melalui Buku

Fakta-fakta Terselubung yang Terungkap Melalui Buku
(by : Friska Maulani Dewi)


Pernahkah Anda berpikir tentang pengaruh yang ditimbulkan membaca terhadap kehidupan Anda?  Apa manfaat dari buku terhadap kelangsungan hidup Anda?  Mengapa Anda membaca?  Jawabannya mungkin akan beranekaragam karena pola pikir seseorang terhadap suatu hal akan berbeda satu sama lainnya.  Jawaban yang beranekaragam tersebut setidaknya lebih baik dari pada orang-orang yang tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana tersebut.  Pasalnya, ternyata masih banyak orang-orang yang pintar tapi bodoh di dunia ini.  Masih banyak orang yang bisa melihat dengan jelas namun bertindak seperti layaknya orang buta.
0 comments

Class Review 3 : Literasi Mengajakku Bermaraton Dengan Tugas

Literasi Mengajakku Bermaraton Dengan Tugas
(by: Friska Maulani Dewi)

Apa yang ada dipikiran kita ketika mendengar istilah “Maraton”?  Rata-rata banyak orang pasti akan mengacu pada lari maraton yang biasa dilombakan baik ditingkat RT/RW (pada 17 Agustusan) ataupun yang sampai pada tingkat olimpiade nasional.  Kata-kata maraton inilah yang akhir-akhir ini sangatlah tepat untuk kelangsungan hidupku.  Lari marathon?  Bukan! Aku tidak melakukan lari maraton.  Aku bermaraton dengan tugas-tugas kuliahku.
0 comments

Critical Review 1 : “Kerukunan Beragama” Apakah Hanya Sekedar Wacana Belaka?

“Kerukunan Beragama” Apakah Hanya Sekedar Wacana Belaka?
(by : Friska Maulani Dewi)


 “Kerukunan” setiap orang di dunia ini pasti mendambakan hal ini dapat terwujud di kehidupan mereka sehari-hari.  Seperti juga halnya rakyat Indonesia.  Siapa di dunia ini yang tidak mendambakan kehidupan yang rukun?  Adakah orang yang merasa senang dengan perpecahan dan kehancuran?  Siapa yang ingin setiap hari di hidupnya dihadapkan dengan perang yang bisa merenggut nyawa orang-orang yang kita sayangi?  Jika anda masih tergolong orang dengan pemikiran waras dan mampu berpikir secara sehat dan benar, anda pasti tidak akan menyukai perang yang bisa menyebabkan perpecahan dan kehancuran.  Lalu bagaimana caranya agar tidak terjadi perang dan kerusuhan-kerusuhan tersebut?  Jawabannya jelas kita harus memelihara kerukunan agar tercipta kehidupan yang nyaman, aman, tentram dan damai.
0 comments

Chapter Review 1 : “Literasi” Mantra Ampuh Untuk Menaklukkan Dunia!

“Literasi” Mantra Ampuh Untuk Menaklukkan Dunia!
(By : Friska Maulani Dewi)


Akhir-akhir ini, kata “literasi” semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia.  Setidaknya mungkin lebih populer bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum era globalisasi seperti sekarang ini.  Pada era ini, dimana teknologi tinggi merajalela dan menguasai segala aspek kehidupan, membuat “literasi” menjadi trending topik yang sering dibahas oleh banyak orang.  Bagaimana tidak? Literasi itulah yang menjadi “mantra pokok” yang harus dikuasai bagi para “penyihir-penyihir” (baca: orang-orang sukses) di era yang serba canggih ini.
0 comments

Class Review 2 : “Literacy” Again??!

“Literacy” Again??!
(By : Friska Maulani Dewi)


Mentari pagi kembali menyapaku.  Seketika ia pun membuatku terperanjat dari alam mimpi.  Aku berharap bisa menyapanya dengan senyum cerah seraya mengatakan “Hello, Monday! Glad to see you again!”  Tapi nyatanya mulutku terkunci rapat untuk mengucapkan kalimat tersebut.  Mulutku seakan menolak dengan sekuat tenaga untuk mengucapkan kalimat yang kelewat manis itu.  “Aaaahhhh Monday! Monster Day! Kau terlalu cepat datang kepadaku!” itulah kalimat yang keluar dari mulutku.
0 comments

Appetizer: “Hubungan Misterius” Antara Membaca & Menulis



1st Appetizer Essay

“Hubungan Misterius” Antara Membaca & Menulis
By: Friska Maulani Dewi

Menulis sangatlah penting untuk dilakukan setiap orang.  Dengan menulis seseorang bisa melakukan komunikasi dengan orang lain melalui media yang berupa bahasa tulis.  Bahkan Ahmadi (1990) mendefinisikan “Menulis merupakan suatu perbuatan atau kegiatan komunikatif antara si penulis dan si pembaca.” (Lia, 2007).  Menulis sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, seperti menulis surat, menulis karangan ataupun menulis karya ilmiah.
Idealnya jika setiap orang sudah terbiasa dengan melakukan komunikasi melalui bahasa tulis (menulis), maka mereka pasti sudah ahli dalam dunia tulis-menulis.  Namun, fakta yang ada di lapangan sangatlah mengejutkan sekaligus juga mengecewakan.  Ternyata, masih banyak orang Indonesia yang tidak bisa menulis.  Yang lebih mencengangkan lagi, banyak diantaranya merupakan mahasiswa, sarjana lulusan PT atau bahkan para dosennya pun mayoritas masih tidak bisa menulis. (A.Chaedar Alwasilah, Pikiran Rakyat, 28 Februari 2012).  Hal ini sungguh memprihatinkan bagi bangsa Indonesia.  Lalu, apa sih penyebab di balik “penyakit” ini?
0 comments

Class Review: Say “Hello” to Writing 4



1st Class Review

Say “Hello” to Writing 4
By: Friska Maulani Dewi

Welcome back to campus!  Haruskah aku merasa senang mendengar hal ini?  Mungkin memang seharusnya aku merasa senang bisa kembali ke lingkungan kampusku tercinta.  Apalagi kembali bertemu dengan teman-temanku yang aku rindukan. Namun, pada kenyataannya aku tidak merasa seperti itu.  Aku memang merasa senang karena bisa berkumpul kembali dengan teman-temanku di kampus, tetapi aku juga merasa tidak senang karena jika dunia perkuliahanku sudah dimulai lagi, itu berarti dunia tugasku pun akan segera dimulai.  Yah, harus bagaimana lagi?  Aku tetap harus kembali ke kampus dan memulai hariku sebagai mahasiswa semester 4.
0 comments