Showing posts with label Atiyah. Show all posts
Showing posts with label Atiyah. Show all posts

Class Review 11



Class Review 11
Selasa, 23 April 2014

Konflik Papua yang tak Kunjung Usai
Kembali ke posisi semula, maksudnya adalah dimana saya dan teman-teman yang lain kembali belajar Writing 4 yang pada dua minggu yang lalu kita belajar bersama teman-teman untuk bisa memberikan hasil yang baik untuk laporan kepada Mr. Lala. Pada pertemuan minggu ini Mr. Lala Bumela menjelaskan tentang bagaimana kita harus berargumen yang baik dan benar. Pada pertemuan kali ini pun semakin menantang bagi saya, karena kita harus benar-benar memberikan yang terbaik hasil tugas kita.
0 comments

Class review 10


Class review 10
Jumat 4 April 2014
Dapatkah Indonesia merangkul Papua Barat?
            Meneliti sebuah sejarah dan menguak fakta-fakta yang ada dalam sejarah tersebut adalah bukan hal yang mudah, para peneliti harus memberikan fakta-fakta hasil penemuan penelitiannya untuk dijadikan sebuah persentasi. Tidak jauh berbeda dengan saya dan teman-teman seperjuangan yang dimana kita di tugaskan untuk dapat berargumen dalam sebuah artikel S.Eben Kirksey yang isinya sangat fenomenal yang sampai sekarangpun permasalahannya masih dibicarakan. Tak hanya itu ketika kita berargumen maka kita juga harus memberikan bukti yang jelas untuk argument kita sehingga menguatkan argument kita.
            Pada pertemuan kali ini masih membahas tentang bagaimana permasalahan yang ada di Papua Barat dan siapa saja yang terlibat dalam permasalahan tersebut. Permasalahan atau konflik yang ada di Papua Barat dapat kita lihat dari sebuah artikel Eben Kirksey yang dimana ia telah menguak permasalahan-permasalahan yang ada di Papua. Salah satunya adalah Papua ingin merdeka dan melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ada beberapa sumber yang saya temukan mengenai permasalahan apa saja dan seperti apa permasalahan mengenai Papua Barat.
0 comments

class review 9



Class review 9
Jumat 4 april 2014
Kenali Sejarah Negeri Kita
(Papua Barat)
            Ketika kita membahas sebuah sejarah maka didalamnya terdapat fakta-fakta yang harus diungkap dan diperjelas karena sejarah merupakan sebuah hal penting dalam hidup manusia. Seperti halnya sejarah Indonesia dan sejarah-sejarah lainnya. Pada class reiview minggu ini saya akan mengupas tentang sejarah papua yang dimana didalamnya terdapat banyak konflik, diantaranya adalah konflik perebutan pulau Papua antara Belanda dan Indonesia, yang dimana kedua negara tersebut menginginkan Papua menjadi bagian dari negara mereka.
0 comments

critcal review 3

Critical review 3
Name : Atiyah
Class : PBI A/4

The Truth of History
INTRODUCTION
                        This paper show a critical perspective on Howard Zinn’s article entiled “Speaking Truth to Power with Books” that contain great history, but it lost some sense about truth history. An evidence truth from power of book that Howard Zinn wrote. It was responsibility by him, but it did not satisfy.
0 comments

class review 7

Class review 7
Selasa, 18 maret 2014
Literasi, ideology selalu berhubungan dengan history
            Ketika kita berbicara tentang sejarah maka didalamnya tidak terlepas dari literasi, ideology dan arti sejarah tersebut. Sebelum membahas lebih dalam tentang hubungan history, literasi dan ideology saya akan membahas terlebih dahulu tentang Howard Zinn yang terkenal dengan bukunya yang berjudul A People’s History of the United States yang dimana didalamnya bahwa Zinn menegaskan Christopher Columbus bukanlah seorang pahlawan melainkan seorang pembunuh, penjahat yang kejam, dia bukanlah orang yang patut dibanggakan apalagi menyebutnya sebagai pahlawan. Itu adalah dalam artikelnya yang berjudul Speaking Truth to Power with Book.
0 comments

class review 6

Class review 6

Mengenal Thesis Statement
            Tidak terasa sudah enam minggu kita belajar writing empat dengan Mr. Lala Bumela. Pada pertemuan minggu ini sama seperti pertemuan minggu-minggu kemarin, Mr. Lala Bumela selalu menyajikan hal-hal apa saja yang harus kita ketahui dengan menggunakan power pointnya. Pada minggu keenam sekarang masih membahas tentang Columbus yang dari buku Howard Zinn, mungkin ada sedikit berbeda pada minggu ini membahas tentang thesis statetment. Sebelum itu Mr. Lala Bumela menyuguhkan sebuah ungkapan yang dimana didalamnya menjelaskan tentang peniru, yang maksudnya adalah, dimana ketika sesorang yang baru meniru dalam artian mencontek atau mempraktekan gaya orang lain atau pengetahuan orang lain sudah berani bersuara tanpa ia ketahui arti atau makna yang ia katakana.
0 comments

Class Review 5: Kembali menyelamai dunia Literasi beserta Isinya



Kembali menyelamai dunia Literasi beserta Isinya
Atiyah
Hari selasa adalah hari dimana teman-teman sekelasku beristirahat menenangkan pikiran dan memanjakan diri dari kepadatan tugas, tapi tidak bagi aku. Aku harus tetap mengikuti pelatihan peperangan writing pada pasukan lain. Hari selasa adalah hari yang selalu aku bagaikan dikejar oleh waktu yang tak ingin aku terlambat semenitpun. Terik matahari membuat kering kerongkonganku sehingga aku harus mengatur nafasku sebelum masuk kedalam kelas peperangan itu. Langkah ku terhenti di depan pintu ruangan yang dimana para prajurit telah lebih dulu berada di sana.
0 comments

class review 4Variasi dalam konteks


Class review 4
Variasi dalam konteks

Terik matahari begitu menyengat kulitku, sehingga aku harus mempercepat langkahku untuk segera sampai di kelas. Aku berjalan menyusuri jalan dari tempat aku menuju gerbang peperangan yang lumayan cukup membuat keringat membasahi tubuhku yang kecil. Sampai sudah aku dipintu gerbang untuk siap memerangi semua yang ada di depan mata, buku, pena, serta alat-alat perang lainnya telah aku persiapkan sebelumnya. Aku duduk bersama teman-temanku yang sudah siap dengan apa yang akan diberikan oleh pemimpin kita untuk memerangi dunia (writing), yang dimana kita akan kembali menyelami dan jari-jari kita harus kembali menari setelah beberapa hari yang lalu beristirahat.
0 comments

critical review 2: Sebuah pena dapat menguak sejarah



Sebuah pena dapat menguak sejarah
 (By: Atiyah)
“ mari kita ambil buku dan pena kita. Itu adalah senjata kita yang paling kuat. Satu anak, satu guru, satu pena dan satu buku bisa mengubah dunia. Pendidikan adalah satu-satunya solusi.”
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
( Pramoedya Ananta Toer )
Manusia merupakan makhluk unik yang diberi akal. Tiap manusia memiliki pemikiran sendiri-sendiri atas apa yang dialaminya, pemikiran atau pola piker manusia tidak terbentuk begitu saja.  Manusia banyak mengalami proses yang mempengaruhi pemikirannya., entah itu dari lingkungan keluarga, kehidupan sehari-hari dan lain sebagainya. Dari sekian banyak proses saya rasa buku merupakan sebuah proses paling cepat dalam membentuk sebuah pola piker manusia. Coba saja buku Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, otobiografi Bung Karno yang di tuliskan oleh Cindy Adams. Setelah membaca buku tersebut banyak pro dan kontra yang lahir karena memang pola pikir manusia tidak selamanya akan dapat berjalan beriringan, terkadang saling bertentangan. Disitulah uniknya perbedaan.
Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman. Seiring dengan perkembangan dalam bidang dunia informatika, kini dikenal pula istilah e-book atau buku-e (buku elektronik), yang mengandalkan komputer dan Internet (jika aksesnya online).

0 comments

Class Review 3: Dunia Literasi


Class Review 3
                                                                                                            Rabu 19 Febuari 2014
Dunia Literasi

            Rabu 19 Febuari 2014 adalah hari dimana aku beserta prajurit-prajurit yang lain kembali mengikuti pelatihan dunia Writing 4, yang di pimpin oleh Mr. Lala Bumela. Hmmmm sepertinya ada yang beda? Kenapa hari rabu? Lalu hari senin kemana? Pertanyaan satu persatu akan terkupas dalam tulisan ini dengan tuntas.
0 comments

Critical Review1



Critical Review 1

  Golden Way for Education

Pendidikan dalam garis besarnya adalah suatu pembelajaran, pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang di transfer dari satu generasi ke generasi selanjutnya, melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian. Pendidikan sering terjadi dibawah bimbingan orang lain tetapi juga memungkin secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berfikir, merasa, atau tindakan dapat dikatakan dengan pendidikan. Pendidikan umumnya dapat dibagi dalam pendidikan dari tingkat pra sekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sampai ke sekolah perguruan tinggi.
0 comments

Chapter Review: BISAKAH LITERASI SEBAGAI MAKANAN POKOK?



BISAKAH LITERASI SEBAGAI MAKANAN POKOK?
Atiyah

            Definisi (lama) literasi adalah kemampuan membaca dan menulis dalam konteks persekolahan Indonesia. istilah literasi jarang dipakai, istilah yang sering digunakan adalah pengajaran bahasa atau pembelajaran bahasa ( Setiadi : 2010)
0 comments

Class Review 2: HIRUK PIKUK LITERASI



HIRUK PIKUK LITERASI
Atiyah

            Pada hari senin 10 Febuari 2014, kemarin adalah hari kedua dalam belajar bersama Mr. Lala Bumela di semester ini, yang dimana aku dan teman-teman yang lain harus menyetorkan atau harus memeberikan kepada beliau dengan hasil class review dan appetizer minggu yang lalu. Dari situ beliau mampu menilai kita semua dengan jawaban-jawaban yang kita berikan ketika beliau bertanya pada satu-persatu diantara kita semua.
0 comments

Kembali Memerangi Dunia Writing (Class Review-1)



Kembali Memerangi Dunia Writing
(By: Atiyah)
Kini pagi kembali datang membawa harapan-harapan baru yang siap untuk digapai dalam nyata kita, bukan mimpi atau khayalan.Cahaya pagi memberikan semangat baru pada hati ini.Begitu indah cahaya dipagi ini karuniaNya yang agung seakan tak henti jiwa ini mengucap syukur kepadaNya.
Senin 3 febuari 2014 adalah hari dimana aku beserta prajurit-prajurit yang lain kembali untuk memerangi dunia Writing yang dibawah pimpinan kita yaitu Mr. Lala Bumela, dimana kita harus siap dengan semua tugas dan perintah-perintah yang akan diberikan oleh beliau, tak ada satu pasukanpun yang berani melawan.
Kuhentakkan kaki ini menuju gerbang peperangan yang dimana para prajurit-prajurit yang lain sudah berkumpul lebih awal dari aku, disuatu tempat yang dimana kita akan bertemu dengan pemimpin kita, yang sudah siap untuk memberikan berbagai tugas yang istimewa. Pemimpin yang tegas dan gagah itu kini sudah berada didepan mata kita, yang selalu memberikan berbagai motivasi-motivasi dengan gayanya yang khas.Semua mata tertuju kepadanya, didalam ruangan itu begitu banyak perasaan-perasaan yang beradu, begitupun dengan perasaan ku, perasaan senang karena bisa dibawah pimpinan beliau lagi, perasaan takut jika aku tidak bisa memberikan laporan yang baik, dan masih banyak perasaan-perasaan yang lainnya.
Well, pertemuan pertama dengan beliau sama seperti semester-semester yang kemarin, sebelum memberikan materi beliau terlebih dahulu memberikan kita waktu untuk membaca apa saja peraturan-peraturan yang ada dalam peperangan tersebut atau kontrak belajar dengan beliau. Setelah itu beliau menunjukan sesuatu yang membuat aku dan pasukan yang lain terkejut, yaitu dimana pada semester kemarin pasukan kita telah kalah dan berada ditingkat yang paling bawah, membuat aku bertanya-tanya. Kenapa bisa seperti itu?Mungkin  teman-teman yang lain juga mempunyai pikiran yang sama seperti aku.
Setelah itu beliau juga menjelaskan atau memberitahu jadwal-jadwanya dibulan yang akan dating, yang menurut aku itu adalah jadwal yang cukup padat dan cukup menguras tenaga dan pikiran, tetapi beliau bisa mengatasinya.
Yah..itulah kelebihannya pemimpin kita, beliau adalah sosok pemimpin yang cukup profesional menurut aku. Tidak hanya itu beliau juga tegas dan mempunyai harapan-harapan yang begitu besar untuk memajukan mahasiswa-mahasiswi IAIN Syekh Nurjati Cirebon khususnya dijurusan Bahasa Inggris.
Bahkan mungkin beliau juga mempunyai harapan-harapan untuk bisa menunjukkan Pendidikan tak hanya di IAIN Syekh Nurjati Cirebon saja tetapi seindonesia.Disemester sekarang beliau menginginkan hasil tulisan kita jauh lebih bagus dari yang kemarin, disamping itu juga karena kita sudah semester empat. Pertanyaan pada diri ini adalah “ mampukah aku memberikan yang terbaik dari yang baik”? dan jawabannya adalah “harus mampu dan harus bisa”!
Yang lebih menarik disemester sekarang adalah dimana hasil peperangan kita atau tulisan-tilisan kita harus di posting di Blog, itu berarti semua tulisan-tulisan kita akan dibaca oleh banyak orang. Mungkin itu adalah salah satu cara beliau menumbuhkan rasa semangat kita untuk menjadi prajurit yang baik yang beliau inginkan. Tidak hanya itu saja beliau juga menyarankan kita untuk membaca beberapa buku untuk membantu kita dalam memerangi tugas-tugas yang akan kita lakukan. Dan tak ketinggalan beliau juga sedikit memberikan bagaimana cara kita beropini yang benar. Sungguh semakin menantang melawan peperangan di semester ini.Cara kerja otak kita benar-benar harus berjalan dengan baik sehingga bisa mendapatkan hasil yang baik pula.
Dalam menulis ada empat pokok, dan didalam pengajaran menulis adalah meliputi
-          Struktur bahasa
-          Fungsi text
-          Tema atau topic
-          Expresi atau kreatif
-          Proses menulis
-          Isi
-          Gaya bahasa
Menulis memang sangat sulit jangankan untuk menulis untuk berfikir apa yang harus kita tulis saja susah.
Itulah istimewanya menulis tidak banyak orang yang suka menulis, dan sekarang aku beserta prajurit-prajurit yang lain diharuskan untuk memerangi Writing dengan benar dan sungguh-sungguh sehingga menghasilkan hasil yang baik dan bisa memberikan kesenangan bagi para pembaca yang membaca tulisan kita. Dan sekarang aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menulis yang benar dan bisa memberikan kesengan bagi yang memebacanya.
Siapa sangka jika nanti aku akan menjadi seorang penulis yang hebat, oleh karena itu aku tidak akan mundur melawan peperangang ini. Peperangan Writing sekarang yang kembali dibawah pimpinan Mr Lala Bumela harus lebih bagus hasil dan nilainya  dari yang kemarin. Tak ada yang harus ditakuti, hasil tulisannya kurang bagus masih bisa diperbaiki, banyak komentar-komentar pedas harus bisa menerimanya dan mencoba memperbaikinya dengan benar.
Semangat berperang melawan Writing !!

0 comments

Adakah Keinginan untuk Menulis? (Appetizer Essay-1)



Adakah Keinginan untuk Menulis?
(By: Atiyah)
Jika kita membicarakan tentang menulis dan membaca yang paling banyak diminati oleh banyak orang adalah membaca dibandingkan dengan menulis.Mengapa demikian? Itu karena kebanyakan orang ingin praktisnya saja dan tidak mau berpusing-pusing untuk menuliskan apa yang akan ditulis. Disamping itu juga menulis membutuhkan waktu pembelajaran yang cukup lama, sehingga dapat menghasilkan tulisan yang bagus, dan diminati atau disukai oleh para pembaca. Jika menulis asal jadi pembaca pun akan merasa jenuh.
Di Indonesia misalnya, para pelajar di Indonesia tidak banyak yang bisa menulis tetapi lebih banyak pembaca. Jangankan unutk menulis sebuah karya ilmiah dan lain semacamnya, untuk menulis kegiatan sehari-seharinya saja sangat sulit. Padahal itu hanya menuliskan kegiatan sehari-hari. Sedikitnya pelajar di Indonesia untuk bisa menulis membuat Indonesia dalam bidang pendidikan sangat tertinggal jauh dari Negara-negara yang lain, akan tetapi walau demikian masih ada para pelajar Indonesia yang tidak menyerah untuk bisa menyeimbangi Negara-negara lain.
Di Indonesia lebih banyak novel yang dituliskandibanding dengan karya ilmiah.Saat inipun banyak anak-anak yang sudah menerbitkan beberapa novel yang dibuatnya.Sedangkan mahasiswa untuk mencapai kelulusannya harus bisa menulis karya ilmiah skripsi, thesis dan semacamnya yang didasari oleh bidang studynya masing-masing.Sangat sulit bukan? Jika seorang mahasiwa yang sama sekali tidak bisa untuk menulis sebuah karya ilmiah apakah akan tetap di luluskan? Jawabanya adalah “tidak" karena harus mengikuti syarat atau prosedur-prosedur yang ada.
Oleh karenanya seorang mahasiswa yang tidak mempunyai kemampuan untuk menulis harus diusahakan untuk bisa menulis. Penulisan karya ilmiah pun banyak macamnya misalnya, karyah ilmiah skripsi, thesis, jurnal. Dari beberapa karya ilmiah tersebut ada satu yang cukup sulit unutk dibuat yaitu jurnal. Kembali yang sudah saya jelaskan tadi, bahwa ketika seseorang tdak bisa menulis kemudian dipaksa untuk menulis maka yang ada orang itu akan stress. Untuk mendapatkan hasil tulisan yang baik dan benar harus didasari dengan hati dan pikiran yang tenang dan jernih, sehingga ketika kita memulai menulis tidak ada rasa takut atau khawatir dengan hasil tulisan yang akan dibuatnya.
Bila mana kita ingin mendapatkan hasil tulisan yang bagus maksimal kita juga harus bisa menjadi seorang pembaca yang aktif dan selektif, seperti yang di jelaskan oleh Krashen (1984) dalam penelitiannya adalah bahwa para penulis produktif dewasa adalah mereka yang sewaktu duduk dibangku SMAnya banyak membaca karya sastra dan lain sebagainya. Sehingga dengan itu ada pembekalan sejak dini, dan tidak akan kaget bilamana duduk di bangku perkuliahan ditugaskan untuk menulis berbagai karya-karya ilmiah.
Bahkan untuk menulis essay pun tidak kaget dan merasa cukup bisa atau mudah dalam mengerjakannya karena sudah ada pembekalan. Tidak hanya itu saja pembaca juga harus lebih kritis dengan apa yang dibacanya. Tulisan yang dibacanya dalam artian pembaca mampu menganalisis mana tulisan yang bagus dan mana tulisan yang tidak bagus, dalam hal tersebut akanada kemungkinan seorang pembaca yang kritis akan menjadi seorang penulis.
Ketika seseorang ingin menjadi penulis maka kitapun harus bisa menjadi pembaca yang setia, karena dari membaca kita menemukan atau mendapatkan hal-hal yang baru yang bisa kita gunakan untuk menjadi bekal dalam memulai menulis.
Dimana ketika para pendidik atau dosen menginginkan mahasiswanya untuk bisa menulis sebuah essay maka perluada pembelajaran yang intensive, sehingga dapat ditangkap secara cepat. Jika para pendidik hanya memikirkan bagaimana caranya untuk bisa meluluskan para peserta didiknnya, itu sama halnya dengan tidak memberikan apa yang harus diberikan oleh para peserta didik, khususnya dijurusan sastra, yang dimana harus bisa menuliskan berbagai karya tulisan ilmiah.
Setidaknya kita bisa menuliskan dengan menggunakan bahasa Indonesia walaupun jurusan kita bukan bahasa Indonesia. Disamping itu ada dorongan positif dari para pendidik sehingga menumbuhkan rasa percaya diri untuk menulis sebuah karya tulisan. Seperti yang bapak A. Chaedar katakana bahwa seorang pengajar adalah mampu memberikan apa yang seharusnya siswa dapatkan yaitu, mengajar siswa penguasaan bahasa asing sehingga mereka dapat berbicara, mendengarkan, memahami dan membaca dan menulis,dengan lancar dan dimana mereka dianjurkan untuk membaca sebanyak mungkin. Sehingga siswa mampu menghadapi segala sesuatu yang nantinya mereka temukan ditingkat pendidikan selanjutnya.

0 comments