Showing posts with label Ida Fauziyah. Show all posts
Showing posts with label Ida Fauziyah. Show all posts

Class Review 7


The Deepest of Critical Review
Written by Ida Fauziyah

Senin pagi kembali menyapa. Berarti kami kembali menyapa Writing 4 untuk ke tujuh kalinya. Tepat, senin pagi itu merupakan pertemuan ketujuh kami dengan Mr. Lala di kelas Writing 4. Hari itu, kami membahas banyak hal serta melakukan peer review tentang critical review kami yang ketiga.
0 comments

3rd Critical Review


Incomplete History: Howard Zinn
Written by Ida Fauziyah

“History is always written by the winners”.
-Dan Brown-
“A history is not only written by the people who win but also history  can be written by the people who lose.”
-Howard Zinn-

INTRODUCTION
This paper offers a critical perspective on Howard Zinn’s article entitled “Speaking Truth to Power with Books”. It is like Samuel Elliot Morison’s book that was criticized by Howard Zinn. It is actually what I do to Howard Zinn’s book especially his article.
0 comments

class Review 6

Meniru: Fase Awal Menjadi Literat
(By: Ida Fauziyah)

Jumat pagi. Jelas berbeda dengan sebelumnya ketika kami harus bertemu Mr.Lala di kelas writing 4 dalam keadaan masih pagi buta. Hari itu merupakan make-up kelas kami. Dalam session ke enam itu banyak menjelaskan writing dan reading.
Mr.Lala menggambarkan orang literat sebagai orang yang tercerahkan. Mereka adalah orang-orang yang mencintai ilmu pengetahuan. Mereka juga adalah orang-orang yang “affordance” dan “meaning potential”. Mereka adalah orang-orang yang menjadi sumberdaya.
0 comments

class review 5

 Mata Rantai: Literasi-Sejarah-Intertekstualitas
Written by Ida Fauziyah

Kembali bersua dengan hari senin yang berarti kami harus kembali bersua dengan Writing 4. Pertemuan kala itu merupakan pertemuan kelima yang bertemakan “Exploring More About Critical Review”. Dalam pertemuan kala itu Mr. Lala banyak mengungkap berbagai kelemahan, kemudian kesalahan sampai pada tingkat pengabaian kami dalam critical review.
Terlepas dari itu segala bentuk hal negatif dalam critical review, Mr. Lala kemudian menugaskan kami untuk mencari serta memahami tentang berbagai hal. Tanpa kami sadari, segala macam bentuk tugas yang diberikan oleh Mr. Lala keada kami selalu berlandaskan atau memiliki keterkaitan dengan literasi seperti critical review yang pertama tentang classroom discourse, critical review kedua tentang sejarah dan lain-lain.
Telah kita ketahui bahwa literasi sangat penting dalam kehidupan manusia. Kita tahu juga literasi mencakup banyak hal, salahs atunya adalah baca-tulis. Nystrand mendefinisikan menulis sebagai interaksi sosial. Proses menulis adalah soal menguraikan teks sesuai dengan apa yang penulis cukup bisa berasumsi bahwa pembaca tahu dan mengharapkan, dan proses membaca adalah masalah memprediksi teks sesuai dengan apa pembaca mengasumsikan tentang tujuan penulis. (M. Nystrand, 1989: 75)
0 comments

Class Review 4

Menciptakan Kerukunan Lewat Kelas
Author: Ida Fauziyah

Berkariblah dengan sepi, sebab dalam sepi ada (momen) penemuan dari apa yang dalam riuh gelisah dicari. Dalam sepi, ada berhenti menerima ramainya stimulus yang memborbardir indera kita. Stimulus yang harus dipilah dan dipilih satu satu untuk ditafakuri, lalu dimaknai, dan dijadikan berguna bagi kita. Bila tidak, mereka hanya dengungan yang bising di kepala saja tak mengendap menjadi sesuatu yang  kita memahamai dunia (sedikit) lebih baik.
Berkariblah dengan sepi, sejak dalam sepi kita menemukan diri yang luput dari penglihatan dan kesadaran ketika beredar dalam ramai; dalam sepi kita dapat melihat pendaran diri yang diserakkan gaduh, mendekat, lalu merapat, membentuk bayang yang jelas untuk dilihat tanpa harus memuaskan keinginan yang lain. Berkariblah dengan sepi, karena dalam sepi berlalu lalang inspirasi yang tak mengerti, atau tak dapat kita tangkap ketika kita sibuk berjalan dalam hingar binger yang pekak. Berkariblah dengan sepi, sebab dalam sepi suara hati lebih nyaring terdengar jernih.
-Budi Hermawan-

Quote itulah yang mengawali pertemuan keempat Writing 4 pagi itu. Quote itu menginspirasi kami. Quote itu seperti cahaya yang menerangi jalan kami untuk kembali menjalani perjalanan “menulis”. Menulis dalam sepi.
Mr. Lala mengungkapkan bahwasanya menulis itu seperti meditasi. Untuk menulis perlu adanya ketenangan. Ketenangan biasa didapatkan dalam keadaan sepi. Dalam sepi kami akan mendapati ide-ide yang berlalu lalang. Jadi, kami akan lebih banyak dipaksa untuk meditasi dengan menulis.
0 comments

Critical Review 2: Kebenaran Sejarah yang Hilang



Kebenaran Sejarah yang Hilang
Oleh Ida Fauziyah
Ungkapan kebenaran sejarah sebab hanya dari itu sebuah bangsa bisa berkaca dan belajar.
-Abraham Lincoln-

Dapatkah kita mengetahui kebenaran lewat sejarah?
Sejarah secara sempit adalh sebuah peristiwa manusia yang bersumber dari realisasi diri, kebebasan dan keputusan daya rohani. Sedangkan secaara luas, sejarah adalah setiap peristiwa (kejadian). Sejarah adalah catatan peristiwa masa lampau, studi tentang sebab dan akibat. Sejarah kita adalah cerita hidup kita. Sejarah selalu berkembang karena kita hidup adalah mengukir sejarah.
Sejarah sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa karena:
1.      Sejarah merupakan gambaran kehidupan masyarakat di masa lampau.
2.      Dengan sejarah kita dapat lebih mengetahui peristiwa atau kejadian yang terjadi di masa lampau.
3.      Peristiwa yang terjadi di masa lampau tersebut dijadikan pedoman dan acuan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di masa kini dan di masa yang akan dating.
4.      Dengan sejarah kita tidak sekedar mengingat data- data dan fakta- fakta yang ada tetapi juga lebih memaknainya dengan mengetahui mengapa peristiwa tersebut terjadi.
0 comments

Class Review 3


Berliterasi Untuk Kemajuan Bangsa
Author: Ida Fauziyah

Matahari siang itu tidak terlalu panas. Namun, hari itu kami begitu lelah karena begitu sibuk dengan jadwal pagi sampai sore. Pertemuan pagi itu tidak seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, karena kami bertemu di lain hari dngan Mr. Lala.
0 comments

Critical Review 1

Wacana Kelas; Pendidikan Karakter untuk Membangun Bangsa
Author: Ida Fauziyah

Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata karma, budaya dan adat istiadat.
0 comments

Chapter Review 1 : Benahi Sekarang atau Bangsa Mati!

Benahi Sekarang atau Bangsa Mati!
Author: Ida Fauziyah


Dalam KBBI (kamus Besar Bahasa Indonesia), yang dimaksud dengan literer adalah (sesuatu yang) berhubungan dengan tulis-menulis. Namun, sekarang literasi atau literer memiliki definisi dan makna yang sangat luas. Literasi bisa berarti melek teknologi, politik, berpikiran kritis, dan peka terhadap lingkungan sekitar.
Menururt definisi UNESCO, literasi merupakan kemampuan mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, menciptakan, mengkomunikasikan, dan kemampuan berhitung melalui materi-materi tertulis dan variannya. Koiichiro Matsuura (Director General UNESCO) menjelaskan lebih dalam lagi bahwa literasi bukan hanya sekedar membaca dan menulis, tetapi mencakup bagaimana berkomunikasi dalam masyarakat, terkait dengan ilmu pengetahuan, bahasa, teknologi dan budaya. Jadi, sebenarnya literasi bukan hanya berfokus pada tulis-menulis saja, melainkan banyak aspek lain.
0 comments

Class Review 2 : Membaca atau Tidak Menulis Sama Sekali!

Membaca atau Tidak Menulis Sama Sekali!
Author: Ida Fauziyah


Kembali bertemu dengan senin pagi. Kembali juga bertemu dengan Writing 4 berama Mr. Lala. Pada semester 4, hari senin merupakan hari “crucial” bagi kami. Tentu saja karena ada Mr. Lala dengan writing 4 nya.
Minggu ini merupakan minggu kedua kami bersama Writing 4. Pada pertemuan kedua ini kami membhas banyak hal. Pembahasan pertama mengenai tugas kami sebelunya yaitu mengenai “literasi”. Baru setelah itu Mr. Lala menjelaskan tentang beberapa pendapat para ahli bahasa mengenai teks, konteks, penulis, pembaca dan makna.
0 comments

Appetizer Essay: Alasan di Balik Tirai “Tidak Mampu Menulis”



Appetizer Essay 1
Alasan di Balik Tirai “Tidak Mampu Menulis”
Author: Ida Fauziyah

Menulis merupakan suatu proses mengekspresikan diri. Menulis juga merupakan suatu jalan untuk mengetahui sesuatu, jalan untuk menghdirkan ulang sesuatu, jalan untuk untuk memproduksi sesuatu. Menulis juga merupakan salah satu skill yang harus dimiliki seorang mahasiswa. Namun, apabila mahasiswa tidak mampu menulis itu salah siapa? Siapa yang harus disalahkan? Mahasiswa ataukah dosen? Akan tetapi, adakah orang yang ingin disalahkan?
0 comments

Class review: Bertegur Sapa dengan Writing 4



Class review 1
Bertegur Sapa dengan Writing 4
Author: Ida Fauziyah

Writing 4?
Selamat datang di semester 4. Semester 4 dibuka dan dimulai dengan Writing and Composition 4. Pada Writing 4 ini kembali kami bersua dengan Mr. Lala. Bukan hal baru jika kami bertemu dengan Mr. Lala, karena kami telah bertemu Mr. Lala sebelumnya pada mata kuliah Writing and Composition 2 pada semester 2, serta English Phonology di semester 3.
0 comments