Ada yang Hilang (Class Review-4)



Ada yang Hilang
(By: Enok Siti Jaenah)
Ada yang hilang. Itulah kiranya kata yang tepat untuk menggambarkan dua kasus yang terbeber di pertemuan ke-4 kemarin, tepatnya pada tanggal 24 Februari 2014. Kasus pertama yaitu perihal kehilangan waktu santai saya yang dicuri oleh ‘critical review’. 2500 kata yang harus kita tulis di critical review seperti 2500 pil pahit . Hampir setiap pagi sepanjang seminggu menjelang mata kuliah writing, yang saya temukan pertama kali saat membuka mata adalah buku-buku dan helaian kertas yang berserakan di sekitarku, ditambah dengan laptop yang masih setia turn on. Situasi ini memang merenggut waktu saya untuk hidup tak normal.
0 comments

4th Class Review: Keliru dalam Mengkritisi




Keliru dalam Mengkritisi
(oleh Fatimah)
            Aku dan pertemuan ini. petemuan ke empat dengan matakuliah yang membuatku benar-benar merasakan nikmatnya kuliah. Dengan berbagai tugas yang harus dikerjakan setiap minggunya sebagai tiket untuk dapat memasuki gerbang masadepan yaitu gerbang kelas academic writing (writing and composition 4th).
0 comments

Class Review 4 : Salah Resep, Bahan atau Bumbu?



Salah Resep, Bahan atau Bumbu?
Senin, 24 Februari 2014…
Perjumpaaan kali ke-empat di mata kuliah “Academic Writing”.  Sampai di Minggu ke empat ini kondisi saya sudah hampir “tepar”.  Yang biasanya jam Sembilan atau jam sepuluh malam saya bisa memejamkan mata dan merajut mimpi tapi empat minggu terakhir ini malam – malam bahagia saya sirna sudah.  Pasalnya baru jam satu atau jam dua saya bisa mempertemukan kelopak mata atas dan mata bawah saya.  Ajaib! Sebelumnya saya tidak pernah seperti itu tapi karena ini Academic Writing maka saya HARUS seperti itu.  Namun
0 comments

class review 4


Classroom Discourse : Bagai Aur Dengan Tebing
  (By: Ade Puadah)

Aku menepi pada deburan sunyi, bersama mimpi bertahta di hati
Menggebu jiwa bertatap mimpi, pernah dan selalu terarungi.
Dalam arahku pergi, pena selalu menemani tuk mengubah mimpi dengan pasti.

Satu bulan bukan waktu yang lama untuk berlatih menjadi seorang penulis dan membuktikannya  dengan menulis yang benar. Banyak kisah yang harus aku lewati, banyak pengorbanan yang harus aku persembahkan. Tanganku, otakku, dan hatiku benar-benar diasah untuk berfikir dan mengatur alur sebuah tulisan. Namun, tidak bisa dipungkiri pisau akan lebih tajam jika terus diasah. Begitu juga dengan otak yang selalu menjadi tempat untuk berfikir dan mencari inspirasi.
0 comments

Class Review 4 : Menghargai Juga Mempersatukan Generasi Muda



Class Review4
Menghargai Juga Mempersatukan Generasi Muda
Setiap orang hidup pasti punya masa lalu. Masa lalu adalah masa yang pernah kita lewati, masa buruk, masa bahagia, atau yang lainnya pasti pernah dirasakan oleh setiap orang. Masa lalu ini lebih kita kenal dengan pengalaman. Dan dengan pengalaman itu kita bisa belajar, bisa merasakan, dan juga bisa mengambil hikmah. Oleh karena itu jadikanlah pengalaman sebagai guru terbaik.
0 comments

class review 4

Ada yang Hilang Dibalik Wacana Classroom Discourse
Seperti masakan yang kurang bumbu. Bahkan kurang garam dalam masakan itu. Itulah yang Mr Lala katakana dalam isyarat lain bahwasannya critical review yang kami buat tampaknya tak berasa. Bahkan kita memasuki gerbong yang salah. Wah, salah resep sepertinya. Hal ini merupakan hal yang sangat crucial sekali. Untuk menghindari hal seperti itu, kita dituntut untuk menyiapkan bahan-bahan dengan matang agar cita rasa masterpiece kita tidak salah resep bahkan tidak bercita rasa.
Tidak mempunyai cita rasa itu sangat tidak enak sekali. Memang benar cita rasa suatu masakan itu sangat diperlukan, apalagi dalam sebuah tulisa. Sangat penting sekali!! Seperti tugas saya pada pertemuan kemarin yang kurang memiliki cita rasa yang tinggi. Bahkan saya salah memasuki bumbu-bumbu itu dalam tulisan saya.
0 comments

Clas Review 4

Ungkapan menggugah Jiwa
By :Anisa
            Hening hembusan angin malam, tak terasa waktu telah tenggelam dalam larut suasana kesunyian meninggalkan jejeak-jejak tangan mengukir sebuah tulisan. Merangkai kata menjadi kalimat, menyusukan kalimat menjadi paragraf dan sampai pada artikel atau bacaan. Saya tak tau apa yang membuat saya sulit dalam merangkai kata, yang saya tau ini adalah saya, yang akan menulis dari pikiran merasuk ke dalam jiwa hingga menjadi sebuah kata yang penuh makna. Tak terasa pagi telah menjelma, menjemput hati bangkit dari kesunyian, menyambut sang mentari terbit dengan senyuman. Kaki melangkah penuh harapan menuju kampus negeri IAI syekh Nurjati Cirebon.
0 comments