Class Review 6 : Mujahadah Terhadap Sejarah



Mujahadah Terhadap Sejarah
Keberanian merupakan modal utama yang harus dimiliki terutama untuk menghadapi kerasnya persaingan dunia teutma pada era sekarang ini. Begitu banyaknya cobaan, godaan, dan persaingan. Bagaimana cara untuk maju, menghancurkan ketidakadilan. Begitu sulit untuk menanamkan hal tersebut, seperti halnya Howard Zinn yang begitu berani untuk mengungkapkan fakta yang selama ini terpendam.
0 comments

class review

MENCARI SETITIK CAHAYA PENCERAHAN
(Author Endang Siti Nurkholidah)
Sejarah memang tidak akan pernah habis untuk dibicarakan, karena sejarah akan tetap abadi terkenang selamanya. Sejarah bukan hanya rekaman masa lalu semata, akan tetapi sejarah merupakan rekaman literasi yang harus dijaga dan dibudayakan.
Ada sebuah tuturan yang mengatkan bahwa sejarah ditulis oleh pemenang. Hal ini dikuatkan oleh quotes miliknya Dan Brown “history is always written by the winners. When to cultures clash, the loser is obligated and the writers the history books which glory their own cause and disparage the conquered foe. As Napolen once said that “ what is history, but fable agreed upon?”
1 comments

class review 6

Class review 6

Mengenal Thesis Statement
            Tidak terasa sudah enam minggu kita belajar writing empat dengan Mr. Lala Bumela. Pada pertemuan minggu ini sama seperti pertemuan minggu-minggu kemarin, Mr. Lala Bumela selalu menyajikan hal-hal apa saja yang harus kita ketahui dengan menggunakan power pointnya. Pada minggu keenam sekarang masih membahas tentang Columbus yang dari buku Howard Zinn, mungkin ada sedikit berbeda pada minggu ini membahas tentang thesis statetment. Sebelum itu Mr. Lala Bumela menyuguhkan sebuah ungkapan yang dimana didalamnya menjelaskan tentang peniru, yang maksudnya adalah, dimana ketika sesorang yang baru meniru dalam artian mencontek atau mempraktekan gaya orang lain atau pengetahuan orang lain sudah berani bersuara tanpa ia ketahui arti atau makna yang ia katakana.
0 comments

6th Class Review Meniru Mencipatakan Sesuatu



 6th Class Review
 Meniru Mencipatakan Sesuatu
(by: Dewi Patah Andi Putri)

“Meniru adalah bagian penting dari menemukan lalu menciptakan, dari memahami affordance dan meaning potential tanda-tanda yang terserak yang dibaca dengan teori ini dan itu.  Yang berbahaya adalah ketika kita merasa sudah mendesiminasi pun meneroka padang-padang baru tempat segala teori yang dipahami digunakan, padahal kita baru sampai tahap meniru.”
0 comments

class Review 6


“The Agent Power as Foundation of Life”
{Diana}
            The Agent power is Value. It is foundation of life as the basis to develop and create a good condition that is a peaceful life, pleasure and prosperous life. Also it is very influence to all of aspect of life such as: social, economic, politic, and culture. In other hand, it is not constant, but it is change appropriate with the development of  period and  technology development.
0 comments

Class Review 6


Fakta Menggugah Hati
By : Anisa
            Hari ini kebetulan saya tidak bisa mengikuti perkuliahan seperti biasa. Bukan apa-apa sedang tidak enak badan, dan ini membuat saya terpaksa tidak masuk. Berpaling dari kondisi fisik saya yang masih belum fit total, mari kita lihat apa saja pembelajaran yang ada di kelas yang tanpa kehadiran saya. Saya melangkah dari powerpoint terlebih dahulu. Dalam powerpoint slide pertama jelas terpampang pembahasan tentang literat dimana sebuah tempat pengetahuan atau keterampilan yang mereka punggut, kumpulan yang di kuasai dalam perjlanan hidupnya sebagai bagian dari kesederhanaan dari cinta pada pengetahuan dan memberi pengetahuan. Begitu banyak pengetahuan yang harus dipelajari, dipahami lalu kemudian dimaknai; lebih banyak dari alasan menjadi sombong sebab apa yang baru kita mereka ketahui.
0 comments

6th Class Review RUNNING AWAY WITH LITERATE



6th Class Review
RUNNING AWAY WITH LITERATE
(by. Endah Jubaedah)
Selama ini literasi banyak menggembor-gemborkan kekukuhannya dihidupkan dalam diri setiap orang, kekuatannya dianggap sebagai pembangunan yang “bermakna” dalam pembangunan menuju generasi yang lebih baik; inti pemahaman yang ku dapat dari beberapa bacaan menurut para ahli atau informasi yang di dapat secara lisan.  Literasi menjadi sebuah keharusan, tak terkecuali begitu dibutuhkan untuk pengetahuan menulis atau berbicara.  Literasi menjadi cahaya penerang kedua setelah matahari, memberi penerangan untuk pemikiran-pemikiran baru yang lebih matang.  Lalu sejauh mana kematangan kita terhadap literasi? Tentu saja masih belum matang karena ternyata buah literasi belum didapatkan, yaitu menghasilkan sesuatu dan kebermaknaan dari sebuah potensi.
0 comments