Metafora Keterampilan Menulis

6th Class Review
Metafora Keterampilan Menulis
(By Erni Nuro)

Frekuensi latihan menulis akan menjadikan seseorang terampil dalam bidang tulis-menulis (Kurniawan, 2007). Tidak ada waktu yang tidak tepat untuk memulai menulis. Artinya, kapanpun, dimanapun, dan dalam situasi yang bagaimana pun seorang dapat melakukannya. Ketakutan akan kegagalan bukanlah penyebab yang harus dipertahankan. Keterampilan menulis merupakanketerampilan yang sulit dikusai oleh sebagian orang, karena memerlukan suatu proses dan membutuhkan kemampuan yang kompleks.
Pertemuan kali ini bertemakan tidak jauh dengan pembahasan literas. Literasi literasi dan literasi lagi. Lieterasi memang tak bisa lepas dari dunia pendidikan. Dimana ada tulisanpasti ada bacaan, dan itu dijadikan sebuah budaya, yaitu budaya literasi. Kita memang tak bisa lepas dari dunia literasi tersebut. Menurut Mr. Lala Bumela kaum yang literat dan tidak berliterat itunampak kelihatan pada perilaku dan pola pikirnya. Kaum yang literat itu adalah kaum yang selalu mencari sesuatu dan mampu merubahnya menjadi lebih baik. Melalui perubahan-perubahan yang lebih baik tersebut maka akan tercipta kaum yang literat.
0 comments

Class Review-6


Ada Apa Dengan India?

Senin kembali menyapa dan itu artinya kita kembali bercengkerama dengan academic writing. Seperti dalam pertandingan balap Motor GP yang kurasakan, kita tiba di putaran ke-6.  Dimana kita berhenti sejenak mempersiapkan diri untuk kembali berpacu dengan putaran-putaran berikutnya dengan baik.
Class Review putaran ke-6 ini pun saya sajikan dengan kesederhanaan namun pasti. Setelah banyak membaca tentang tokoh historian dunia Howard Zinn dan yang dihistorikan Christopher Columbus, kita mendapatkan pencerahan tentang sisi gelap dari sejarah yang tidak diungkapkan secara gamblang.  Artinya ketika kita mengetahui sejarah, janganlah lagsung pada inti dan klimaksnya saja.  Ada yang mengatakan sejarah dituliskan oleh orang yang menang, maka dari itu bukan berarti melupakan apa yang sebenarnya terjadi atau apa yang sebenarnya dilakukan oleh para pemenang tersebut.  Kita harus kritis pada sejarah, jangan menerimanya mentah-mentah namun harus bisa mengupas dan menggalinya secara mendalam.
0 comments

Class Review 6



Menilik Kembali Tokoh Columbus
Pagi yang cerah dengan doa ku awali dan dengan semangat ku jalani.  Satu ujian lagi yang Allah beri kepadaku untuk menguji jalan hidup ini, aku sakit tipes.  Sejenak aku emosi, namun segera aku sadari ini hanyalah ujian, ini hanyalah cobaan.  Kesabaran diuji untuk kesekian kali.  Ku hanya bisa bersyukur, berterimakasih aku masih bisa bernafas.
Dalam pembahasan kemarin, beliau membahas tentang perjalanan lain dalam memahami Columbus, penyataan skripsi, dan fungsi tesis.  Dia dilahirkan di Genoa, Itali, di Laut Liguria (Laut Mediterania), antara 25 Agustus dan 31 Oktober 1451.  Namanya dalam bahasa Italia adalah Cristoforo Kolombo, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai Christopher Columbus, ke dalam bahasa Spanyol sebagai Cristobal Colón, dan ke dalam bahasa Portugis sebagai Christovão Colom.  Columbus menggunakan nama versi Portugis selama di Portugal dan versi Spanyol setelah pindah ke Spanyol pada 1485.
0 comments

Class Review 6


Mengulas Sejarah
Serta Memafhumi Ideologi Menulis dan Thesis Statement

Author: Aulia Priangan

“Sejarah memiliki tampuk istimewa dalam hidup manusia,
tapi tidak lagi melekat utuh pada realitas.
Sejarah seperti awan yang tampak padat berisi tetapi ketika disentuh
menjadi embun yang rapuh.”
Dee, Filosofi Kopi

            Spasi pasti bertemu dengan kata pun demikian dengan aktivitas dan kegiatan kita. Setelah merasakan jeda atau spasi selama satu minggu tanpa adanya tugas membuat critical review, akhirnya bertemu kembali dengan tugas kembali. Jeda memang tak memerlukan waktu yang lama karena ia hanya sekedar spasi. Layaknya kata setelah spasi, tugas pun menghampiri ketika pertemuan ke enam dilaksanakan. Senin pagi, 10 Maret 2014 sepertinya awan culomunimbus nyaman menggantung di langit Cirebon. Akan tetapi, hal tersebut tak melunturkan semangat kami untuk mengikuti mata kuliah writing 4. Hal ini terjadi karena kami merasa selalu mendapat pengetahuan baru usai mengikuti perkuliahan ini. Banyak ilmu-ilmu yang bertambah, baik dalam bidang menulis maupun pengetahuan sosial. Writing 4 pula-lah yang mengenalkan kami pada sosok bernama Howard Zinn, seorang sejarahwan dari Amerika yang menentang sejarah Amerika. Selain itu, writing 4 pula-lah yang membukakan mata kita terhadap pentingnya sejarah.  
0 comments

6th class review


Thesis Statment sebagai Umbul-umbul
Semakin seseorang hebat semakin hebat pula tantangan yang harus dihadapi, itulah yang saat ini saya dan teman-teman rasakan. Setelah dua pekan menulis critical review dengan bahasa Indonesia, kini kami ditantang untuk menulis critical review dengan bahasa Inggris. Meskipun standar kata yang diberikan untuk kriteria critical review minggu ini diturunkan, rasanya itu sama saja buat saya. Menulis critcal tetap harus berfikir mengenai hal apa yang tidak ada dalam subjek yang dikritisi. Bagi saya, dalam membaca rasanya saya masih kategori helpless reader yang terkadang membenarkan teks yang saya baca. Padahal untuk menulis sebuah teks critik tentu saja akan membutuhkan thesis statment.
0 comments

Class Review 6


Class review 6
Penulis Masa Kini

            Pertemuan keenam, sudah lebih dari satu bulankami bertemu dengan Mr. Lala. Tentu satu bulan ini juga kami sudah membuat karya tulis sebagai tugas progres yang dinamakan Critical Review in Bahasa dengan jumlah kata yang diminimalkan 2.500 kata. Progres pertama kami katanya banyak penialian baik dari alumni yang jua membuat kami termotivasi untuk membuat karya yang lebih baik dan lebih bagus lagi dari sebelumnya, kali ini ditugaskan dengan topik Howard Zinn dengan minimal kata 1.000 Bahasa Inggris. Tugas ini berbeda dengan tugas-tugas sebelumnya boleh dikatakan tugas perdana. Walau perdana kami harus mempersiapkan yang lebih baik dan bagus dari sebelumnya.
0 comments

Petikan Sejarah: Terkuak Misteri Peradaban Teknologi yang Maha Dasyat



Petikan Sejarah: Terkuak Misteri Peradaban Teknologi  yang Maha Dasyat
Author: Astri Rahayu

Apa yang menyebabkan dunia barat mendadak menyerbu Afghanistan, peristiwa 11 september? Memburu Osama?  Memberantas teroris? Ya!! tapi itu adalah versi pemerintah Amerika yang ditayangkan di media masa. Selain yang tersebut di atas, ternyata ada maksud lain yang membuat kita terkejut antara percaya dan tidak bahwa mereka berburu sebuah pesawat dari jaman India kuno, yang ditemukan oleh ilmuwan militer AS yang dikenal dengan nama Vimana. Melalui petikan sejarah inilah maka terkuak semua rahasia peradaban teknologi yang luar biasa dan tersimpan rapi dan akhirnya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memanipulasi hasil penemuan peradaban tersebut lewat penulisan sejarah, seperti yang terjadi pula di dalam sejarah penemuan pertama benua Amerika oleh Christopher Columbus.
0 comments