Class Review 5: Berikan Aku Hidayah-Mu



Berikan Aku Hidayah-Mu
“Memberikan hidayah-Nya agar dapat menjalankan praktik literasi dengan baik.”
-- Hadi Wibowo

Pembahasan mengenai literasi mengungkit beberapa hal yang masih terselubung. Salah satunya adalah sejarah. Hal inilah yang belum saya ketahui hingga akhirnya di pertemuan ke 5 Writing and Composition 4 ini membahasnya. Termasuk di pertemuan inilah Critical Review yang kedua dibahas dengan gamblang oleh Mr. Lala Bumela.
0 comments

Class Review 5




“Literasi dalam Spion Kehidupan”
{Diana}

            Puji syukur alhamdulillah atas segala rahmat dan karunia-Nya  yang tak terhingga  yaitu detak jantung, aliran darah,  hembusan nafas dan  segala nikmat lainnya. Atas ridhonya saya dapat menggoreskan tinta pena kedalam puing kertas menjadi sebuah rangkaian kata yang bermakna dan satu sama lainnya saling berhubungan membentuk satu kesatuan wacana. Dalam class review ini berisi tentang hubungan antara sejarah dan literasi serta di  dalamnya terkait teks, konteks dan intertekstual. Tanpa kita sadari bahwa sejarah itu terkadang mempunyai unsur literasi baik itu dalam menulis maupun hal lainnya. Berikut penjelasannya:
0 comments

Class Review 5: Bayang Intertextuality



Bayang Intertextuality
(Alfiniya Fitrotur Rakhmah)

            Intertextuality pada kenyataanya merupakan setiap ucapan yang memberiakan reaksi dan menjawab pada ucapan lainnya yang diperbolehkan untuk digunakan pada suatu teks. Hal ini sering terlihat seperti apa yang dikatakan Fairclough bahwa intertextual ynag jelas tidak sadr pada kesiapan kutipan teks yang lebih dahulu, diuraikan sendiri atau mengutip. (Ken Hyland, 2006:314).
0 comments

Class Review 5



Literacy is the Perfect Vehicle
(by Desi Diana)
Jalan yang kita lalui bersama writing4 ini selalu bertegur sapa dengan literasi.  Seperti judul yang saya sematkan untuk class review ini, bahwa literacy is the perfect vehicle, literasi adalah wahana atau kendaraan yang sangat sempurna untuk kita dalam belajar writing.  Literasi adalah kemampuan membaca dan menulis (7th Edition Oxford Advanced Learner’s Dictionary, 2005:898).  Dalam sejarah umat manusia, menulis adalah kemahiran yang paling banyak dari pada berbicara.  Walaupun begitu, masih banyak saja orang yang belum bisa memahami sebuah teks tertulis.  Sama seperti apa yang sedang saya alami, tugas critical review kedua saya sangat kacau.  Hanya karena belum memahami benar apa maksud dari teks bacaan yang saya baca.
Kesalahan dan kelemahan pada critical review kami yang membahas tentang “Speaking Truth to Power with Books” suatu kebenaran dari Negara besar lewat sebuah buku dari Howard Zinn sangat jauh dari ekspetasi tentang apa yang harus dikritik.  Mr. Lala Bumela memberikan pemahaman dan penjelasan, agar kami tidak sampai ignorance dalam mengkritik teks.  Tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang history literacy, yaitu context, literacy, culture, technology, genre dan identity.  Semua itu adalah kata kunci agar kita dapat memahami suatu bacaan atau pada saat kita menulis.  Mari kita telusuri dan pahami semuanya.
0 comments

Class Review 5


Key Issues in Writing and Intertextuality
Author: Aulia Priangan

            Jeda diperlukan dalam setiap proses yang sedang kita tempuh. Pun demikian dalam hal mengerjakan tugas. Kita memerlukan spasi demi merasakan kembali kehidupan disekitar kita. Jeda menjadi momentum dimana kita menyulutkan kembali api semangat yang meredup dan kemudian menjaganya. Jeda menjadi momentum dimana kita menginsafi telah sejauh mana kita berjalan. Bernostalgia dengan usaha-usaha yang telah kita lakukan dan menyadari bahwa kita mampu melewati sebuah proses. Bahkan rangkaian kata yang indah dan memesona pun membutuhkan spasi agar dimengerti dan bermakna. Seperti yang ditulis Dee dalam bukunya yang berjudul Filosofi Kopi, “Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?”.
0 comments

5th Class Review



Somethings Missing
By : Fithri Maulidah
Melihat langsung hasil yang dibuat oleh tangan sendiri adalah satu kepuasan tersendiri, meskipun hasil yang didapt besarnya tidak seberapa. Ada yang kecewa ada yang bahagia, itulah kehidupan. Satu yang harus diingat dalam menuntut ilmu, yaitu jangan pernah merasa puas begitu saja tetapi kita harus rakus pada ilmu yang kita pelajari. Dalam penulisan critical review yang ke-2 kemarin rata-rata anak di kelas kecewa dengan hasil yang didapatkan, termasuk saya, karena standard nilainya sangat turun dari critical yang pertama. Mengkritik sejarah ternyata tak semudah mengkritik sistem pembelajaran. Banyak sekali kesalahan pada tulisan saya, salah satunya yaitu saya terlalu fokus pada sejarah mengenai tokoh Columbus. Padahal sejarah tersebut bisa digabungkan dengan berbagai macam aspek, seperti literasi sebagai praktek sosial.
0 comments

Class Review 5: Tekhnik-tekhnik dalam menulis dan mengajar

"Tekhnik-tekhnik dalam menulis dan mengajar" (By: Dhika Irhamullah Yusuf)
Pada tanggal 03 Maret 2014, adalah pertemuan kelima dalam mata kuliah writing 04 bersama Mr.Lala Bumela disemes- ter 04 ini. Saya semangat untuk yang ketiga kalinya diajar lagi oleh Mr.Lala Bumela. Lalu, setelah itu Mr.Lala Bumela datang pada pukul 09.10 AM diruang 44 lantai 03, digedung bahasa Inggris. Kemudian, Mr.Lala Bumela memberikan sebuah mater kepada kelas kami yaitu materinya adalah "Key issue in writing research and teaching", atau kunci-kunci dan tekhnik-tekhnik dalam menulis dan mengajar.
0 comments