Haruskan Bumi Cendrawasih Merdeka? (Class Review 8)



Haruskan Bumi Cendrawasih Merdeka?

Argumentative Essay
Argumentative essay adalah kata yang sudah tidak asing lagi didengar oleh sebagian orang . mendengar kata “argumentative” ini terkadang sulit untuk membedakannya dengan expository dan exposition. Ketiga jenis ini sebenarnya hampir sama. Akan tetapi argumentative essay lebih menggunakan penelitian  secata detail atau terperinci, dimana argumentatiave essay sangat mementingkan data didalam penulisannya.
0 comments

Class Review 8


Menyelami Pulau Papua
Dengan Argumentatif Esai

Ruang sidang, ruang yang hanya ingin kulirik saja sebelumnya, karena saya belum siap menjadi penghuninya. Namun, jum’at 25 April 2014 pukul 06.00 tepatnya menjadi hari perdanaku dan kawan-kawanku untuk berkenalan dengannya. Bukan untuk bimbingan skripsi, bukan untuk sidang munaqosah, namun untuk melanjutkan perjuangan kami kembali ke tracknya menyelesaikan sisa putaran-putaran yang ditinggal istirahat sebelumnya.
Writing 4 ini benar-benar memiliki tantangan yang berbeda dan tidak terjangkau oleh pemikiran kita sebelumnya, tetapi inilah dimana kita berada sekarang. Siap tidak siap, harus siap! Bisa tidak bisa, harus bisa! Untuk menjadi orang yang berpendidikan, kita harus siap dalam hal apapun. Satu hal yang tersirat dalam pertemuan ini adalah “Jangan buang-buang waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak baik, dan jangan sampai membuang energi dengan percuma atau sia-sia.”
“For the good things, do it now or never”
0 comments

Class Review 8



“Kehidupan Layak yang dirindukan Si Hitam dan Keriting”
(By : Hanifatus Sholihah)
Mentari pagi, bersinar lagi. Menampakkan cahayanya yang mampu menerangi dunia, menghangatkan seluruh jiwa-jiwa manusia yang berada dalam suasana suka maupun duka. Satu statement yang bisa saya katakan untuk saat ini adalah “welcome back, welcome again.” Setelah sekian lama kelas kita vakum dari mata kuliah Writing and Comprehension 4, setelah sekian lama tertidur lelap, terpenjara, terjebak dalam mulut ikan paus serta setelah sekian lama dirundung kegalauan, akhirnya kita bisa berkumpul, belajar dan bersua dan mengeksplor diri bersama Mr Lala Bumela lagi.
Pagi hari ini, tepatnya tanggal 25 April 2014 pada hari jum’at pukul 06.00 WIB, kami seperti orang yang mati suri (sekian lama tidur, lalu terbangun) dan bagaikan seorang bayi yang baru saja dilahirkan ke muka bumi ini, yaitu dalam keadaan suci, fresh dan tanpa dosa, kita mulai lagi berpetualang, bertarung melawan segala bentuk rintangan yang menghadang bersama master kita, Mr Lala Bumela.
Kita mulai bekerja keras, bergelut dalam dunia yang banyak sekali tantangan yang mengahadang didepan, dan bagaimana caranya kita bisa survive dan bisa selamat setelah adanya seleksi alam.
Pada hari ini, saya harus banyak membuka buku, banyak searching informasi mengenai Papua, aspek-aspek yang bersangkutan dengan yang terjadi di Papua, konflik-konflik Papua, serta keterkaitan Papua dengan artikel Eben Kirksey yang berjudul “Don’t Use Your Data As a Pillow”. Berdiskusi bersama kelompok saya (Alifah, Astri, Eva, dan Evi).
Dalam kelompok saya, membahas bersama-sama apa sih Papua itu, Mengapa Papua sempat berubah nama menjadi Irian Jaya, apa hubungannya Papua dengan “British Petroleum”, NKRI, PEPERA, Agresi Militer Belanda 1 dan 2, TRIKORA, dan lain-lain.
0 comments

Class Review 11



Class Review 11
Selasa, 23 April 2014

Konflik Papua yang tak Kunjung Usai
Kembali ke posisi semula, maksudnya adalah dimana saya dan teman-teman yang lain kembali belajar Writing 4 yang pada dua minggu yang lalu kita belajar bersama teman-teman untuk bisa memberikan hasil yang baik untuk laporan kepada Mr. Lala. Pada pertemuan minggu ini Mr. Lala Bumela menjelaskan tentang bagaimana kita harus berargumen yang baik dan benar. Pada pertemuan kali ini pun semakin menantang bagi saya, karena kita harus benar-benar memberikan yang terbaik hasil tugas kita.
0 comments

Class review 10


Class review 10
Jumat 4 April 2014
Dapatkah Indonesia merangkul Papua Barat?
            Meneliti sebuah sejarah dan menguak fakta-fakta yang ada dalam sejarah tersebut adalah bukan hal yang mudah, para peneliti harus memberikan fakta-fakta hasil penemuan penelitiannya untuk dijadikan sebuah persentasi. Tidak jauh berbeda dengan saya dan teman-teman seperjuangan yang dimana kita di tugaskan untuk dapat berargumen dalam sebuah artikel S.Eben Kirksey yang isinya sangat fenomenal yang sampai sekarangpun permasalahannya masih dibicarakan. Tak hanya itu ketika kita berargumen maka kita juga harus memberikan bukti yang jelas untuk argument kita sehingga menguatkan argument kita.
            Pada pertemuan kali ini masih membahas tentang bagaimana permasalahan yang ada di Papua Barat dan siapa saja yang terlibat dalam permasalahan tersebut. Permasalahan atau konflik yang ada di Papua Barat dapat kita lihat dari sebuah artikel Eben Kirksey yang dimana ia telah menguak permasalahan-permasalahan yang ada di Papua. Salah satunya adalah Papua ingin merdeka dan melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ada beberapa sumber yang saya temukan mengenai permasalahan apa saja dan seperti apa permasalahan mengenai Papua Barat.
0 comments

class review 9



Class review 9
Jumat 4 april 2014
Kenali Sejarah Negeri Kita
(Papua Barat)
            Ketika kita membahas sebuah sejarah maka didalamnya terdapat fakta-fakta yang harus diungkap dan diperjelas karena sejarah merupakan sebuah hal penting dalam hidup manusia. Seperti halnya sejarah Indonesia dan sejarah-sejarah lainnya. Pada class reiview minggu ini saya akan mengupas tentang sejarah papua yang dimana didalamnya terdapat banyak konflik, diantaranya adalah konflik perebutan pulau Papua antara Belanda dan Indonesia, yang dimana kedua negara tersebut menginginkan Papua menjadi bagian dari negara mereka.
0 comments

7th Class Review




“Dark Character as Habit”
            Dark Character as Habit??’’ yaitu dimana sebuah karakter baru yang pantas kita sandang, dan karakter itu tercipta dari kebiasaan kita yang mungkin bisa dikatakan sudah mendarah daging. Karakter itu bukan karakter yang kita harapkan karena karakter itu gelap tanpa ada sinar sedikit pun artinya karakter itu tidak memiliki sisi baik sedikit pun karena karakter itu sudah berada pada tingkat atau puncak teratas yaitu” IGNORANCE”, dimana karakter itu sudah kita sandang seperti yang dilontarkan oleh Mr. Lala Bumela, M.Pd, bahwa kita pantas mendapatkan sebutan itu karena kita sendiri telah memelihara kebiasaan yang buruk yaitu terlalu menyepelekan sesuatu hal dan tidak cermat terhadap hal yang kita lakukan. Seperti halnya yang terjadi pada nasib kita yaitu hasil tugas yang kita kerjakan pada mata kuliah writing and composition 4 dinyatakan “SALAH”,  karena tugas yang kita kerjakan salah tidak sesuai dengan yang seharusnya yaitu tugas yang seharusnya kita buat adalah “Critical Review”, yang didalamnya terdapat generic structure berupa introduction, summary, main body, conclusion, dan reference.
0 comments